5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Georgia Tann
Dream - Diambil dari rumah sakit setelah dilahirkan, diculik saat di ruang publik ketika orangtuanya lengah atau ketika berada di taman bermain. Seorang perempuan bernama Georgia Tann jadi dalang penculikan bayi-bayi kulit putih bermata biru.
Modus tersebut dilakukannya selama 30 tahun di sekitar Memphis, Amerika Serikat antara 1924 hingga 1950. Biasanya penculikan bayi-bayi tersebut menimpa keluarga miskin, meskipun tak sedikit juga keluarga menengah mengalaminya.
Kasus ini menggegerkan Amerika Serikat kala itu. Bayangkan, bayi-bayi di rumah sakit diculik oleh orang berseragam perawat atau yang menyamar sebagai pekerja sosial.
Ada juga bayi-bayi yang diambilnya dari penjara perempuan. Para tahanan perempuan yang hamil bayinya diambil untuk 'dijual'.
© Dream
Georgia Tann, sang pelaku, merupakan pendiri Tennessee Children’s Home Society, organisasi sosial yang menangani anak-anak dengan masalah ekonomi dan kesehatan.
Ia tentu tak bekerja sendiri karena memiliki banyak sekali 'pasukan' penculik anak. Belum lagi mereka 'mendistribusikan'. Bayi-bayi yang diculik ini sebenarnya dijual Tann pada keluarga-keluarga kaya yang ingin memiliki keturunan dan mampu membayar dengan harga mahal.
Hal yang menyedihkan pada 1945, kabarnya di Tennessee Children’s Home Society ada 50 bayi meninggal karena disentri.
© Dream
Melakukan penculikan bayi serta anak dan 'menjualnya di pasar gelap' selama puluhan tahun, kelakuan Tann baru terungkap pada 1948. Hal ini karena pertarungan memperebutkan jabatan gubernur Tennessee.
Saat itu Gordon Browning dan E.H. Crump. bersaing untuk mendapat jabatan gubernur. Browning menggulirkan isu kalau Crump melindungi Tann dari kasus penculikan dan penjualan anak. Kabar beredar kalau putri kembar Crump juga didapatkannya dari Tann.
Browing terpilih menjadi gubernur dan ia bahkan menunjuk penyidik khusus untuk mengetahui fakta dari kasus Tan dan Crum. Sayangnya kasus ini tak selesai secara tuntas karena Tann menderita kanker rahim dan meninggal pada 1950.
Ia pun tak menjalani sidang atas kasus yang dituduhkannya. Tennessee Children's Home Society miliknya juga ditutup dua bulan kemudian setelah kematiannya.
Sumber: The New York Post
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
