Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Dream - Sebuah bangunan megah berdiri di puncak bukit Kampung Sirnagalih, Mega Mendung, Bogor. Pilar-pilar putih berdiri menjulang, menjadi tempat bertengger dua patung elang yang menghadap ke Gunung Salak.

Mengintip kilas balik tahun 1990, kisah ini dimulai ketika konglomerat Gunaevy Hassim Djajasasmita memboyong keluarganya berlibur ke Pompeii, Italia.
Panorama dan arsitektur bersejarah memukau bos distributor Mitsubishi ketika berada di sana. Kenangan itu berubah menjadi impian membagun istana kecil untuk keluarga tercinta.
" Tahun 1990 kita pernah ke Italia, ada kota bernama Pompeii di kaki Gunung Vesuvius. Pemandangannya seperti di tempat ini. Kalau di sana Gunung Vesuvius, di sini kita diapit oleh Gunung Salak dan Gunung Gede," ujar Lala, putri bungsu keluarga Gunaevy di Bogor, Rabu 25 September 2019.

Gunaevy kemudian membangun replika istana Versailles di tanah seluas 63.641 meter persegi yang telah dibelinya pada akhir 1980. Proses pembangunan dengan cukup rumit.
" Bapak beli tanahnya, lalu dibangun mulai dari menggali dan membelah gunung. Karena di gunung, kita sempat bikin acara adat terlebih dahulu bersama warga sekitar. Mereka pada akhirnya ikut membantu mendirikan tempat ini," paparnya.
© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream

Istana itu diresmikan dengan nama Villa Puri Joya pada 1992 sebagai tempat berakhir pekan untuk keluarga. Gunaevy sebelumnya telah berkediaman di Jalan Bangka, Jakarta Selatan.
" Dulu setiap weekend pasti ke sini. Ramai-ramai bawa teman dan saudara. Pas kita semua sudah besar, tinggal bapak dan ibu. Akhirnya kita memutuskan untuk membuka vila untuk publik agar tetap hidup dan berguna," kata wanita lulusan European School of Economics-London and Milan.
Sebelum mencapai Villa Puri Joya, pengunjung dibawa melintasi hamparan pohon damar yang tumbuh berjajar menyerupai hutan kecil. Ada kisah menarik di hutan ini.

Kala itu Gunaevy merayakan ulang tahun ke-62 dengan melepas lima ekor elang jambul yang merupakan hewan langka ke alam bebas. Ornamen elang juga banyak menghiasi bangunan megah itu.

" Bapak itu orangnya filosofis. Elang berkelana sendirian, tapi selalu kembali ke keluarganya. Elang juga merupakan hewan favorit Napoleon Bonaparte yang sangat diidolakan oleh bapak," ungkap Ratih, putri sulung Gunaevy.
Kecintaan Gunaevy pada tokoh militer Perancis itu dituangkan lewat sejumlah barang antik yang terpajang di rumah. Selain patung elang, ada pula replika pedang dan perisai Bonaparte berinisial 'G' (Gunaevy).

© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Mengikuti jalan menanjak, Sahabat Dream akan menemukan bangunan bernama Villa Papan. Bangunan kayu ini sering menjadi tempat bersantai di siang hari.
Villa Puri Joya menawarkan konsep interior elegan dari perpaduan gaya Eropa klasik dan Nusantara. Terlihat ukiran khas Jawa yang didesain sendiri oleh Gunaevy.

Pada lantai satu terdapat ruang tamu, dapur, tiga kamar anak-anak serta satu kamar peninggalan ibu dan mertua Gunaevy. Setiap kamar mencerminkan karakteristik mereka.
" Lala serba pink, Ibrahim dengan biru, lalu saya warna kuning. Kami lebih suka menghabiskan waktu di bawah karena kalau di atas interiornya lebih klasik, kesukaan ibu," ujar Ratih.

Istri Gunaevy, Joya memang turut andil dalam desain interior. Khususnya pada lantai dua yang terkesan lebih klasik. Seluruh interior memakai koleksi eksklusif Da Vinci, dengan paduan warna merah, hijau serta gold.
© Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Villa Puri Joya kini disewakan untuk keperluan keluarga hingga acara besar seperti pernikahan. Bangunan dilengkapi dengan piranti masak, air panas, hingga elektronik seperti HDTV layar datar, ruang karaoke dan akses internet nirkabel.

Di bagian paling bawah, kediaman Gunaevy juga dilengkapi dengan area berkuda, lapangan tenis, badminton, kolam renang serta meja ping pong menghadap hamparan rumput hijau. Udara sejuk dijamin dapat memanjakan siapa saja yang berkunjung ke tempat itu.
Bangunan megah tersebut juga dapat disewakan untuk sesi foto dan syuting. Berikut ini harganya:
Harga Sewa Villa Papan:
Senin - Kamis Rp2 juta per malam
Jumat - Minggu Rp3 juta per malam
Libur Nasional Rp4 juta per malam
Harga Sewa Villa Puri Joya:
Senin - Kamis Rp4 juta per malam
Jumat - Minggu Rp5,5 juta per malam
Lapangan
Area lapangan kuda Rp15 juta per hari
Area lapangan depan Villa Papan Rp15 juta per hari
Area lapangan depan pilar Puri Joya Rp25 juta per hari
Shooting & Wedding
Photoshoot Rp5 juta per hari
FTV atau sinetron Rp6-Rp8,5 juta per hari
Film Rp11-13 juta per hari per shoot
Iklan Rp16 juta per hari
Resepsi pernikahan Rp150 juta per hari
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?