Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siti Nurhaliza Berhijab (http://simplysiti.com.my/)
Dream - Jika Anda melancong ke Jalan Palumbun, Shah Alam, Selangor, Malaysia, jangan lupa berkunjung ke Jalan Palumbun. Di salah satu blok di sana, Anda akan menemui deretan toko yang khusus menjual busana muslimah.
Itulah pusat hijab di Negara Bagian Selangor. Jika Anda menyusuri jalan itu, maka di kanan kiri akan Anda temukan toko yang menjual penutup kepala muslimah atau yang dalam bahasa setempat disebut tudung.
Menurut laman New Straits Times, Sabtu 24 Mei 2014, hijab-hijab yang dijual di tempat itu bukan busana biasa. Harganya lumayan mahal. Satu potong hijab bisa dihargai RM 175 atau lebih dari Rp 600 ribu. Namun kualitasnya cukup bagus.
Hijab Malaysia saat ini sangat beragam. Tudung-tudung muslimah negeri jiran itu terus berkembang. Mengikuti mode busana muslimah sebagaimana di negara-negara lainnya.
Tiga puluh atau dua puluh tahun silam, kerudung yang dipakai muslimah Malaysia cukup sederhana. Hanya dari kain persegi yang dilipat membentuk segitiga. Kemudian dipakai di kepala, sementara ujung-ujung kain diikatkan di belakang leher.
Saat ini, kerudung semacam itu memang masih ada. Bahkan menjadi favorit bagi sebagian muslimah di sana. Biasanya model sederhana itu disebut bawal. Namanya mirip dengan jenis ikan. Tapi bawal di sini tak ada sangkut pautnya dengan binatang yang hidup di air itu.
Namun, selain model konservatif itu, kerudung di Malaysia sungguh variatif. Model-model hijab di sana cepat berkembang. Apalagi sejumlah biduan di sana turut mendorong industri busana ini. Sejumlah artis kenamaan menjadi ikon hijab Malaysia.
“ Selebritis seperti Wardina Safiyyah, Waheeda, Yuna, dan Datuk Siti Nurhaliza, menggunakan model kerudung berbeda. Sehingga ini menjadi tren, khususnya bagi muslimah muda,” tutur Rohana Zur, dosen seni dan desain Universitas Teknologi Mara.
Awal tahun ini, model yang populer disebut owning. Hijab gaya ini punya ciri khusus di bagian depan. Pada bagian di atas dahi menjorok ke depan. Para hijaber Indonesia menyebut model ini dengan nama “ ciput pet”.
Model ini menjadi populer di Malaysia karena sudah jadi, tinggal pakai tanpa harus membentuknya dengan bantuan jarum, peniti, ataupun bros.
Booming hijab menjadi ladang bagi para pengusaha lokal. Faridah Zakaria dan suaminya, Aminuddin Basiron, misalnya. Keduanya mendirikan usaha delapan tahun silam dengan label Fareeda. Kini mereka menjadi jutawan baru.
Selain di Jalan Palumbun, Faridah membuka tiga outlet di daerah lain. Showroom utamanya di Bandar Baru Bangi. Selain toko utama, tempat itu juga menjadi basis produksi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya