Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Si Kecil Belajar Makan (Foto: Shutterstock)
Dream - Menyiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) jadi hal yang sangat menantang untuk para ibu. Bukan hanya harus membuat menu yang kaya nutrisi, tapi juga memiliki rasa yang nikmat agar disukai si kecil. Tekstur pun harus disesuaikan dengan kemampuan mengunyah bayi.
Dalam menyiapkan menu makanan untuk bayi, asupan serat jangan sampai terlupakan. Pasalnya seringkali menu makanan utama lebih banyak mengandung protein dan karbohidrat. Akibatnya si kecil mengalami sulit buang air besar.
" Sayur bisa mulai diberikan di usia 6 atau 7 bulan. Bayam, kacang merah, brokoli merupakan makanan yang sangat kaya akan serat. Bisa memadukannya dengan makanan kaya protein atau memberikannya dengan bentuk puree," ujar Lisa Heyton, seorang ahli gizi.
Untuk bayi yang belum tumbuh gigi sajian puree memang yang paling aman. Campuran keju atau bumbu rempah bisa diberikan agar puree terasa lebih nikmat. Sahabat Dream juga bisa
menambahkan minyak zaitun atau minyak bawang putih sebagai penambah rasa.
" Apabila sudah memiliki gigi, memberikannya dalam bentuk finger food mulai bisa dilakukan sebagai cemilan. Misalnya wortel, kentang atau brokoli kukus. Cara ini juga bisa merangsan oral
motorik anak aga belajar mengunyah tekstur yang lebih keras," ungkap Heyton.
Asupan serat yang juga tak kalah penting adalah buah-buahan. Apel, avokad, pir, pisang, pepaya merupakan buah kaya nutrisi dan juga serat. Kandungan vitamin dan seratnya sangat
dibutuhkan bayi untuk pertumbuhannya agar lebih optimal.
" Memberikannya bisa berupa jus atau puree, saat sudah tumbuh gigi baru bisa diberikan buah potong yang lunak. Pastikan memberi tahapan tekstur sesuai kemampuan oral motoriknya," ungkap Heyton.
Sumber: MomJunction
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol