Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
© 2025 Uniqlo Indonesia
Di tengah hiruk-pikuk gaya hidup urban, ruang untuk berekspresi lintas generasi semakin dibutuhkan—bukan hanya untuk tampil keren, tapi juga untuk saling berbagi inspirasi. Hal inilah yang coba dihadirkan lewat Flannel Social Club, instalasi tematik terbaru dari UNIQLO Indonesia yang berlangsung di Urban Forest Cipete pada 10–11 Oktober 2025.
Event ini bukan sekadar peluncuran koleksi flannel terbaru untuk musim Fall/Winter 2025, melainkan sebuah wadah di mana orang dari berbagai usia, latar belakang, dan gaya hidup bisa berkumpul, bereksperimen, dan menemukan versi terbaik dari diri mereka lewat sepotong kemeja flannel.
Dengan mengusung tema “ Same Pattern, Never the Same You,” Flannel Social Club menegaskan bahwa setiap orang punya cara unik dalam mengekspresikan diri. Meskipun memakai motif yang sama, hasil akhirnya tak pernah identik—karena gaya, pada dasarnya, adalah tentang kepribadian.
“ Flannel memiliki tempat paling spesial di lemari setiap orang. Satu potong flannel bisa menghadirkan nuansa berbeda saat dipakai dengan cara yang berbeda,” ujar Lisqia Lalantika, Marketing Manager UNIQLO Indonesia. “ Melalui Flannel Social Club, kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bagaimana flannel bisa menjadi simbol ekspresi diri yang tak terbatas lintas generasi.”
Begitu memasuki area instalasi, pengunjung langsung disambut oleh atmosfer hangat dan desain visual yang imersif. Ada wall display berisi berbagai inspirasi gaya dari satu pola flannel yang ditampilkan dalam beragam interpretasi. Dari tampilan kasual remaja, gaya profesional muda, hingga sentuhan klasik ala generasi yang lebih matang—semuanya berpadu harmonis di satu ruang.
Setiap sudut terasa hidup. Beberapa pengunjung tampak sibuk berfoto, ada yang mencicipi matcha di area lounge, sementara lainnya mencoba membuat DIY Flannel Bag Charm sebagai kenang-kenangan personal. Tak hanya itu, pengunjung juga bisa merasakan langsung kelembutan bahan flannel terbaru yang kini hadir dengan material lebih halus dan nyaman, serta motif dan potongan yang semakin beragam.
Suasana acara terasa seperti reuni besar tanpa batas usia. Anak muda datang bersama teman-teman, pasangan muda berburu inspirasi gaya berdua, hingga keluarga yang menikmati waktu santai bersama. Semua berbaur tanpa sekat, dipersatukan oleh satu elemen sederhana: kemeja flannel.
Kemeja flannel sudah lama dikenal sebagai simbol gaya klasik yang tak lekang oleh waktu. Dari era 90-an hingga kini, item ini selalu kembali dengan karakter baru. Koleksi terbaru UNIQLO menambah sentuhan modern lewat siluet crop boxy, celana pendek flannel, serta lebih dari 30 motif baru untuk pria, wanita, dan anak-anak.
Motif kotak khas flannel kini dikemas dalam harmoni warna yang lebih berani dan playful, tanpa kehilangan sisi klasiknya. Semua itu membuat flannel tetap relevan untuk dikenakan siapa pun—dari pecinta gaya kasual, pencinta street style, hingga mereka yang lebih menyukai tampilan rapi dan elegan.
Menariknya lagi, Flannel Social Club juga menghadirkan sederet figur publik lintas generasi yang memperlihatkan caranya masing-masing dalam bereksperimen dengan flannel. Ada Maudy Ayunda dengan gaya feminin-edgy khasnya, Audrey Tapiheru yang tampil preppy nan manis, hingga pasangan Luna Maya dan Maxime Bouttier yang serasi dalam nuansa earthy.
Semua tampil beda, tapi tetap terhubung oleh semangat yang sama: menemukan jati diri lewat gaya.
Lebih dari sekadar pameran busana, Flannel Social Club terasa seperti perayaan kebersamaan dan keaslian diri. Di tengah tren yang terus berganti, acara ini menjadi pengingat bahwa gaya tak perlu mengikuti arus—cukup menjadi diri sendiri.
“ Flannel adalah pakaian yang punya karakter unik. Ia terus berevolusi, tapi tetap mudah dipadupadankan sesuai gaya pribadi masing-masing,” lanjut Lisqia.
Pada akhirnya, Flannel Social Club menjadi refleksi nyata dari filosofi LifeWear yang diusung UNIQLO—pakaian yang dirancang untuk memudahkan kehidupan, bukan sebaliknya. Dari remaja hingga dewasa, dari gaya klasik hingga eksperimental, semua menemukan ruangnya di sini.
Sebuah ruang di mana generasi berbeda bisa berbagi cerita dan gaya dalam pola yang sama, tapi dengan keunikan masing-masing.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan