Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Dream – Mesir berusaha menarik kembali minat para pelancong setelah pandemi Covid-19 berakhir. Salah satunya dengan mengurangi biaya visa pada bulan Juni, Juli, dan Agustus.
Kebijakan ini dibarengi dengan pengurangan biaya masuk ke semua situs dan museum arkeologi.
Mesir telah memperkenalkan serangkaian peraturan baru terkait dengan standar kebersihan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Para pelaku usaha harus mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
Mereka juga diharuskan melakukan sterilisasi sebelum membuka kembali bisnisnya. Para pengunjung juga diwajibkan untuk mengukur suhu tubuh.
Selain itu, jumlah penghuni di setiap kamar hotel dibatasi hanya boleh dua orang saja.
© Ilustrasi (Foto: Pexels)
Kementrian Pariwisata dan Purbakala Mesir mengurangi biaya visa masuk dari 25 dolar menjadi 15 dolar atau sekitar Rp360 ribu menjadi Rp220 ribu. Taris ini berlaku untuk kedatangan ke Luxor dan Aswan.
Kebijakan ini juga menghapus biaya sewa untuk semua pasar dan kafe yang berbasis di situs museum negara.
Selain itu, hotel-hotel di Mesir juga dibuka lagi mulai 18 Mei dengan kapasitas 25 persen. Sedangkan mulai 1 Juni dibatasi hingga 50 persen.
© Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, menyatakan akan ada pembukaan kegiatan kembali secara bertahap. Dimulai dari pertengahan Juni serta mempertimbangkan kembalinya rumah-rumah makan sesuai dengan langkah keamanan yang ketat.
Hotel yang berencana buka kembali harus lulus uji standar kesehatan. Mencakup memberikan masker, sarung tangan, dan peralatan perlindungan diri bagi staf dan para tamu hotel.
Check-in juga dilakukan tanpa adanya kontak langsung. Koper akan disterilkan dan harus menyediakan hand sanitizer. Setiap hotel harus memiliki layanan kesehatan untuk merespon keadaan darurat.
(Sumber: lonelyplanet.com)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?