BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
(Sumber: Www.amusingplanet.com)
Dream - Proyek pembangunan baru seringkali harus mengorbankan lahan pribadi milik masyarakat. Seperti lahan pertanian bahkan terkadang termasuk pemakaman. Dalam banyak kasus, para pengembang sampai harus menggusur makam, menggali dan memindahkan mayat ke sebuah kuburan baru.
Namun tak semua bisa sesuai harapan. Adakalanya pihak keluarga menolak untuk memindahkan kuburan nenek moyang mereka dan 'memaksa' pengembang untuk mempertahankan makam. Seperti yang terjadi di Amity, negara bagian Indiana, Amerika Serikat. Sebuah makam tetap terbujur di tengah jalan.
Dan kini, hal serupa terjadi pula di negara tersebut. Bahkan kini lebih mengejutkan. Dua buah makam tetap terbujur di tengah-tengah landasan pacu sebuah Bandara.
Cerita ini bermula ketika the Savannah/Hilton Head International Airport di Kota Savannah, Georgia, Amerika Serikat hendak diperluas. Berabad-abad lalu daerah ini adalah hutan dan lahan pertanian milik keluarga Dotson.
Tak cuma itu, di lahan ini juga terdapat lebih dari seratus makam anggota keluarga mereka, termasuk para budak. Di antara kuburan tersebut terdapat makam Richard dan Catherine Dotson, yang meninggal di akhir tahun 1870-an dan awal awal 1890-an.
Bertahun-tahun kemudian, menjelang Perang Dunia II, bandara militer dibuka dan banyak properti milik Dotson menjadi bagian dari lapangan terbang. Tentara memindahkan sebagian besar makam keluarga Dotson ke pemakaman Bonaventure Cemetery. Tapi 2 kuburan milik Richard dan Catherine Dotson, tetap tak diusik.
Setelah perang berakhir, lapangan udara militer itu berubah menjadi Bandara sipil. Pembangunan bandara baru dimulai pada tahun 1960 dan terus diekspansi. Pada tahun 1970-an, hukum federal memutuskan untuk tetap mempertahankan makam yang tersisa di landasan udara. Namun menyesuaikan bentuknya.
Lokasi asli dari dua kuburan sekarang ditandai oleh dua batu nisan yang diletakkan mendatar sejajar dengan landasan pacu. Sementara kuburan tertanam di bawah aspal, sekitar 1.100 meter dari ujung barat Runway 10. Kuburan terletak dekat tepi landasan pacu sehingga tidak akan mengganggu jalannya pesawat. Namun penumpang dan pilot tetap bisa melihatnya ketika berada di pesawat.

(Sumber: Amusingplanet.com)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
