Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Credit : Steven Spry
Dream- Sebuah mobil BMW berpelat COVID19 berwarna abu-abu bikin heboh bandar udara di Adelaide, Australia. Tak satupun petugas bandara tahu siapa pemilik sedan BMW abu-abu ini.
Sementara menurut pengakuan staff bandara, Steven Spry, mobil itu sudah terparkir selama berbulan-bulan. Bahkan diklaim sudah berada di lokasi yang sama sebelum pandemi virus corona datang ke Australia.
Padahal, istilah Covid-19 resmi digunakan pada 11 Februari, sedangkan wabah coronavirus jenis baru dinyatakan sebagai pandemi pada 11 Maret.
Sementara mobil itu sudah berada di bandara dan ditinggalkan begitu saja sejak Februari, atau bahkan lebih lama lagi.
Pada awalnya BMW itu tertutup rapat oleh penutup mobil. Namun pada April sebagian penutup tersingkap karena angin dan terlihatlah plat nomor COVID19.
" Kami berpikir itu milik pilot yang pergi ke luar negeri dan tidak kembali. Itu mobil yang mahal, jadi pasti yang memiliki mobil itu memiliki uang banyak untuk membelinya. Mungkin ada anggota keluarga yang mau memilikinya," lanjut Spry dikutip dari laman Daily Star.
Masih dikutip dari sumber yang sama, berlaku pelat nomor BMW akan habis pada 26 September 2020.
Sementara, pendaftaran pelat nomor standar di Australia Selatan bisa menghabiskan tiga hingga 12 bulan, sedangkan pelat nomor cantik bisa sampai 12, 24 atau 36 bulan.

Jika mobil “ COVID19” telah terparkir di Bandara Adelaide sejak Maret 2020, itu berarti pemiliknya bisa saja mendaftarkan pelat nomor pada September 2019, beberapa bulan sebelum wabah coronavirus melanda Wuhan.
Namun anehnya, tidak ada mobil yang terdaftar dengan pelat “ COVID19” di situs pemerintah negara bagian.
Kedepannya, memiliki pelat nomor ini akan dilarang di Queensland karena maknanya yang merujuk pada wabah pandemi global.

" Karena dampak kesehatan dan ekonomi yang signifikan dari COVID-19, kombinasi ini tidak akan tersedia untuk dijual sebagai plat nomor di Queensland," ujar seorang juru bicara untuk departemen transportasi Australia.
Sumber : Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya