Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Setiap manusia dilahirkan dengan kepribadian berbeda dan unik. Ada yang pendiam, pemikir, serta tenang. Ada juga yang sebaliknya, ekspresif, berkemauan kuat dan emosional.
Karakteristik merupakan bawaan lahir dari seorang anak. Menjadi sebuah tantangan bagi orangtua jika memiliki buah hari yang memiliki karakteristik emosional. Level emosi yang tinggi pada seorang anak sebenarnya dipengaruhi oleh tiga faktor.
Faktor pertama adalah temperamen yang merupakan perilaku khas seseorang yang sangat dipengaruhi kepribadian dan pola asuh. Lalu faktor kedua yaitu faktor perkembangan. Ada anak yang melalui proses perkembangan emosi dengan baik namun ada yang tidak. Hal ini tentu akan berdampak secara jangka panjang.
Aspek kognitif dan kondisi kesehatan secara keseluruhan sangat berpengaruh pada faktor perkembangan ini. Faktor ketiga yaitu kesehatan mental yang sangat ditentukan oleh pola asuh dan kondisi lingkungan.
Ada dua hal yang penting diterapkan ketika menghadapi anak dengan level emosional tinggi. Hal pertama yaitu mengingat dan menghargai bagaimana kondisi buah hati. Hadapi dengan penuh kelembutan, dan energi positif yang kuat. Ketika mereka berulah dan berbuat kesalahan, jangan langsung memarahinya.
Biarkan mereka tumbuh menjadi versi terbaik diri sendiri. Pelajarilah kelebihan dan kelemahan anak agar dapat meningkatkan potensi dalam diri. Anda juga dapat membantu mereka untuk lebih mengenal diri sendiri.
Laporan Dina Nazhifah
Sumber: Parents With Confidence
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram