8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Beberapa waktu lalu terungkap kasus seorang ibu yang sedang hamil 6 bulan tertangkap basah oleh polisi sedang mengisap sabu-sabu. Melihat hal ini tentu saja membuat banyak orang merasa miris.
Ibu hamil yang biasanya akan melakukan hal semaksimal mungkin demi menjaga kesehatan diri dan janinnya, malah mengisap narkoba. Efeknya tentu bukan hanya pada tubuh ibu tapi juga kondisi janin.
Hampir setiap obat yang dikonsumsi akan melewati aliran darah ibu melalui plasenta ke janin. Zat adiktif dalam yang menyebabkan ketergantungan dan kecanduan pada ibu juga bisa menyebabkan janin menjadi kecanduan. Saat lahir, ketergantungan bayi pada substansi tersebut bisa terus berlanjut.
Namun, karena obat ini tidak lagi tersedia, sistem saraf pusat bayi sudah terstimulasi dan bisa menyebabkan gejala ketergantungan. Beberapa narkoba, seperti kokain, heroin dan methadone yang dikonsumsi ibu saat hamil akan membuat bayi mengalami gejala kecanduan saat lahir.
Gejala tersebut antara lain kejang, gemetar, rewel, suhu badan yang tinggi, muntah, diare, gelisah dan berkeringat terus menerus. Sama seperti orang dewasa, untuk memutus ketergantungan ini para bayi juga harus direhabilitasi. Jumlah kasus bayi kecanduan narkoba di Indonesia sendiri belum ada laporan secara detail.
Tapi ada salah satu kasus yang bisa jadi perhatian pada Januari 2017 di Palangkaraya, Kalimantan Tenggah. Seorang ibu menyusui berinisial RI tertangkap BNN karena mengonsumsi narkoba. Bayi ibu tersebut diperiksakan ke RS dan hasilnya, bayi tersebut positif kecanduan sabu-sabu.
Ternyata, narkoba masuk ke dalam tubuh bayi melalui ASI yang diberikan ibu. Apabila hal ini dibiarkan sederet efek kesehatan mengerikan bisa berdampak pada bayi. Antara lain kejang berulang, perkembangan otak dan syaraf yang terhambat, gagalnya fungsi organ, hingga kematian.
Sementara pada ibu hamil yang kecanduan narkoba dan terus menggunakannya selama kehamilan, risikonya mengalami keguguran dan melahirkan secara prematur sangat tinggi. Efek lainnya adalah janin bisa mengalami kelainan bawaan, perkembangan organ yang tidak optimal, termasuk rusaknya plasenta yang merupakan sumber kehidupan janin. Nyawa janin bakal jadi taruhannya.
Sumber: American Pregnancy
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian