Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Saat menstruasi, tak jarang wanita mengalami kesakitan hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Ternyata, periode haid perempuan tak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman di sekitar perut saja loh.
Menurut laporan Stylecaster, tamu bulanan itu dapat mempengaruhi kondisi kulit juga. Kulit terlihat kusam selama masa menstruasi.
Dokter Mellisa Piliang, seorang dermatolog di sebuah klinik Cleveland membenarkan hal itu. Menurutnya, semua bagian siklus mentruasi dapat mempengaruhi kulit.

" Selama menstruasi, tingkat hormon rendah. Kulit akan menjadi kering, lebih sensitif dan lebih rentan terhadap peregangan," jelasnya.
Untuk mencegahnya makin parah, Mellisa menyarankan agar para perempuan tidak malas merawat kulit. Dimulai dengan menerapkan pelembab bebas aroma sebanyak 2 kali sehari. Selain itu, sebaiknya hindari pula memakai sabun berkandungan keras.

Selama haid, usahakan agar tidak mandi menggunakan air panas. Tambahkan pemakaian masker yogurt untuk mendapatkan sensasi tenang, mengurangi peradangan dan meredakan kulit sensitif.
Setelah menstruasi akan selesai, biasanya akan diikuti dnegan peningkatan jumlah estrogen.
" Estrogen berarti sel kulit lebih besar. Kulit akan tampak lebih kenyang dan lebih kenyal. Ini adalah saat yang tepat untuk pengelupasan kulit ringan," imbuhnya.
Sedangkan setelah selesai berovulasi,kadar estrogen akan turun. Berbanding terbalik dengan progesteron yang malah meningkat. Pada kondisi ini, biasanya akan menyebabkan produksi sebeum meningkatkan. Menyebabkan kulit menjadi lebih berminyak.

Selain itu, sel-sel kulit yang melapisi folikel rambut menjadi lengket. Menjadi penyebab pori-pori nampak lebih besar dari biasanya. Bahkan, dalam kondisi lebih parah akan menyebabkan komedo dan whiteheads.
Untuk mengembalikan keseimbangan kulit wajah, Mellisa menyarankan untuk melakukan facial setelah menstruasi.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari