Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Nusa Tenggara Barat (Foto: Images.trvl-media.com)
Dream - Tahun 2018 bakal jadi tahun istimewa bagi pariwisata Indonesia. Pertama, ada Annual Meeting IMF-World Bank di Bali dan Asian Games 2018 di Palembang-Jakarta yang bakal dibanjiri puluhan ribu wisatawan mancanegara (wisman). Setelah itu, Nusa Tenggara Barat (NTB) juga bakal disambangi ribuan wisman.
" NTB bakal disinggahi tentara dan militer dari luar negeri," tutur Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal, dikutip dari keterangan pers tertulis, Kamis 21 September 2017.
Sebanyak 40 kapal perang dari 35 negara diagendakan berlabuh di Selat Lombok. Lokasinya ada di sekitar Pelabuhan Lembar. Dan semuanya berkumpul dalam kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) ke-3 tahun 2018. MNEK sendiri akan digelar 4-8 Mei 2018 dan di-launching 17 Desember 2017. Timing-nya bertepatan dengan HUT ke-52 NTB.
Desain acaranya di-set sangat menarik. Dijamin tidak monoton lantaran ada tiga kabupaten dan satu kota yang ditunjuk menjadi host. Nama-nama beken seperti Sekotong dan Senggigi, Lombok Barat dan tiga gili di Lombok Utara, dipastikan siap menerima tamu-tamu istimewa tadi. " Semua akan disuguhkan culture dan nature kelas dunia," tambah Faozal.
Jumlah tamunya? Mencapai ribuan orang. Estimasinya bisa dengan mudah dihitung lantaran 40 kapal perang mampu menampung ratusan awak kapal dan perwira. Bila dikalikan 40, artinya akan ada sekitar 4.000 tamu yang akan datang berkunjung ke Lombok pada saat bersamaan.
Jumlah tersebut belum termasuk unsur komando dari angkatan laut yang tidak menggunakan kapal perang. " Mereka diperkirakan akan datang menggunakan penerbangan dari berbagai negara. Tidak menutup kemungkinan para komandan tersebut nantinya akan membawa staf dan juga keluarga mereka. Karena nanti akan ada program yang diikuti oleh para istri delegasi," jelas Faozal.
Faozal menambahkan, di kegiatan ini akan ada aksi penenggelaman kerangka kapal sebagai tempat tumbuhnya terumbu karang. Sementara itu, Kepala Bidang Potensi Maritim MNEK 2018 Kolonel Laut Ferry Supriady mengatakan, MNEK 2018 ini merupakan even yang ketiga kalinya. Pertama kalinya diselenggarakan di Batam 2014 dan yang kedua di Padang pada 2016 lalu. " Beruntung sekali Mataram ditunjuk sebagai tempat untuk MNEK ke-3," ujarnya.
Persiapan terus dimatangkan. Dimulai dari initial planning conference atau pertemuan awal di Surabaya pada 18-21 Juli lalu yang dihadiri oleh 42 negara. Kemudian middle planning conference akan diselenggarakan pada 5-7 November di Denpasar Bali. Dan final planning conference di Mataram, Lombok. Ferry mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan secara garis besar merupakan di bidang latihan.
Akan ada latihan bersama dengan semua negara peserta. Mulai dari kerja sama menanggulangi bencana dan menanggulangi perompakan di laut. Setelah itu akan ada kegiatan engineering capability program atau semacam bakti sosial. Semua peserta akan membantu memperbaiki fasilitas umum yang ada di Lombok. Seperti jalan, tempat ibadah, MCK, dan lainnya.
Selanjutnya, medical capability program atau bakti kesehatan. MNEK akan mengobati masyarakat NTB yang berlokasi di sekitar Pantai Carik KLU. Sebuah kapal perang rumah sakit akan didatangkan untuk melakukan pengobatan massal.
Kegiatan selanjutnya adalah marine village. Kegiatan ini berupa pengenalan antara ABK kapal perang asing dengan budaya masyarakat setempat. Kegiatan ini akan ditempatkan di Pelabuhan Lembar.
" Kurang lebih 40 stand akan disediakan. Mulai dari makanan khas, kerajinan tangan, produk lokal NTB, dan lainnya. Kita harapkan ini sekaligus memperkenalkan budaya NTB pada internasional," ungkap Ferry.
Berbagai rangkaian acara direncanakan akan turut memeriahkan gelaran MNEK ke-3 ini. Seperti kirab budaya yang menampilkan potensi budaya daerah, karya bhakti, city tour, medical civil action, pameran kapal dan peralatan perang, juga fun run serta fun bike. Dan sebagai penanda historikal bahwa kegiatan ini sudah berlangsung di Lombok, nantinya akan didirikan monument MNEK ke-3.
" Kirab itu sendiri diperkirakan sepanjang dua kilometer. Jadi bisa dipastikan pada saat itu Kota Mataram akan menjadi sangat ramai," pungkasnya.
Respon Menteri Pariwisata Arief Yahya terkait hal ini pun sangat positif. Layangan pujian tak segan dialamatkan kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan agenda internasional ini. Harapannya, kegiatan ini dapat berjalan lancar seperti tahun sebelumnya di Padang.
" NTB punya Mandalaika, Senggigi, Gili Trawangan dan Gili Meno. Di sana juga ada bukit, hutan, sungai, laut dan punya tempat-tempat wisata sejarah. Semuanya kelas dunia. Saya ucapkan selamat datang di Wonderful Indonesia. Dan selamat berlatih bersama," kata Menpar Arief Yahya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?