Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Ilustrasi
Dream - Anak-anak suasana hatinya memang susah ditebak. Mereka bisa fokus dengan mainan atau tontonan favoritnya, lalu tiba-tiba merengek, menangis, bahkan mengamuk atau tantrum. Apalagi untuk anak usia sekolah dasar yang masih beradaptasi dengan ritme dan tugas sekolah.
Mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru, ditambah lagi dengan aktivitas tambahan seperti les dan mengaji. Perasaan jenuh, lelah secara fisik dan mental membuat anak jadi mudah marah, sensitif dan sulit diajak berbicara. Apalagi jika sebagian besar waktunya dihabiskan di dalam ruangan.
" Tugas yang rumit, permainan yang menyita konsentrasi atau hal lain yang menguras otak, sangat melelahkan bagi anak dan menyerap energi dan emosinya. Anak bisa mengalami kelelahan mental, terkurung dalam ruangan juga membuatnya stres. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengajaknya berjalan-jalan di taman, atau area yang banyak terdapat pohon," ujar Katie, seorang praktisi pendidikan.
Setiap hari sebaiknya anak harus bermain di luar rumah. Merasakan kotornya tanah di kakinya, panasnya matahari, desiran angin, dan berekspresi sesukanya. Hal ini sangat baik untuk kesehatan mental dan fisiknya. Menurut Katie, ada kegiatan yang bisa dilakukan saat di luar rumah agar si kecil lebih tenang dan tak mudah mengamuk.
Memandang awan
Bisa dilakukan sore hari saat cuaca tak terlalu panas. Taruh karpet atau alas apapun di halaman, dan perhatikan awan-awan yang berjalan. Anda bisa bercerita kalau ada awan bentuk kambing, kelinci, bola atau apapun. Biarkan si kecil berimajinasi. Pandangannya lebih jauh dan banyak mendapat angin segar di luar rumah.

Mengumpulkan 'harta'
Daun-daun, batu, bunga, ranting atau benda apapun yang ditemui di taman merupakan 'harta karun'. Teksturnya yang berbeda-beda akan sangat baik untuk merangsang saraf sensorisnya. Si kecil juga sebenarnya belajar berkonsentrasi tapi dengan bermain-main. Bawa tas kecil agar bisa menyimpan 'harta-harta' temuannya dengan baik.
Peluk pohon
Perhatikan pohon-pohon besar di sekeliling. Cari pohon yang aman, artinya cukup kokoh, tak ada binatang yang berbahaya seperti semut api dan bisa dipegang si kecil. Buat permainan memeluk pohon. Biarkan si kecil mencari pohon yang bisa digapai oleh tangannya. Ia pasti kegirangan karena punya tantangan baru.
Sumber: Preschool Inspirations
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram