Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus obesitas anak menurut laporan dari Badan Kesehatan Dunia/ WHO terus meningkat tiap tahunnya. Hal ini tentu saja bisa berdampak jangka panjang. Kelebihan berat badan pada anak, jika dibiarkan bisa memunculkan penyakit hingga mereka dewasa.
Seperti penyakit diabetes dan darah tinggi yang berisiko menimbulkan komplikasi. Dokter Natalie Muth, seorang dokter anak mengungkap kalau menghadirkan makanan sehat di rumah
untuk anak memang bukan perkara yang mudah.
" Iklan makanan instan di televisi, junk food, belum lagi minuman berkadar gula tinggi jadi asupan sehari-hari. Anak-anak juga lebih suka berkutat dengan gadget-nya di rumah dibandingkan permainan fisik, obesitas memang seperti 'membunuh' secara perlahan," ujar dr. Muth.
Dokter yang juga menulis buku The Picky Eater Project tersebut mengungkap kalau pencegahan obesitas harus segera dimulai dari rumah. Kuncinya adalah membentuk kebiasaan makan
yang sehat dan baik.
" Jangan terbiasa menyimpan minuman bersoda tinggi gula di rumah, termasuk minuman rasa buah yang berlabel 'jus' padahal berisi gula. Singkirkan juga makanan instan. Sebenarnya
memang harus mengubah kebiasaan seluruh keluarga agar hidup lebih sehat," ungkap Muth.
Para orangtua diharapkan terlebih dulu menerapkan hidup sehat pada diri sendiri. Dengan begitu setiap pilihan menu makanan, minuman, akan cenderung lebih selektif dan sangat dipikirkan aspek kesehatannya. Begitu juga rutinitas fisik.
" Orangtua memang harus mencontohkan. Bayangkan jika orangtua mengonsumsi makanan instan kaya lemak, sementara anak-anak melihat dan mereka disediakan sayur dan buah. Intinya adalah perilaku yang dilihat sehari-hari," ujar Muth.
Akan sangat sulit membentuk kebiasaan makan yang sehat pada anak jika orangtua tak mencontohkannya. Kebiasaan makan ini harus dimulai sejak kecil dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: Parents
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi