Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Pedoman Penting Saat Mengasuh Anak Usia 0-3 Tahun

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 29 Mei 2017 10:03
Pedoman Penting Saat Mengasuh Anak Usia 0-3 Tahun
Dapat digunakan orangtua untuk memaksimalkan perkembangan kognitif dan psikologis anak-anak.

Dream - Mengasuh anak membutuhkan kerja sama antara orangtua dan konsistensi yang terus menerus. Mengasuh adalah proses, contoh dan sikap dari orangtua sehari-hari yang akan jadi pedoman bagi anak untuk bersikap dan membentuk kepribadiannya.

Tak ada orangtua yang sempurna, karena tiap keluarga memilik tantangan dan masalah masing-masing. Tapi menurut Ronald Ferguson, DirekturAchievement Gap Initiative dan profesor di Universitas Harvard, AS, dari penelitiannya ada pedoman yang dapat digunakan orang tua untuk memaksimalkan perkembangan anak-anak mereka.

Secara khusus, ini adalah pola asuh yang sebaiknya diterapkan orangtua yang memiliki anak usia 0 sampai 3 tahun. Dalam usia emas tersebut anak akan jadi 'peniru ulung'. Mereka juga seperti spons, menyerap apapun yang ada di sekitarnya dan akan berdampak pada perkembangan kognitif dan psikologisnya.

Apa saja pola asuh tersebut?

Memaksimalkan cinta dan meminimalkan stres
Orangtua tidak perlu lagi diberi tahu bahwa mereka perlu menunjukkan cinta pada bayi mereka, mereka sudah melakukannya. Apa yang ditekankan Ferguson adalah agar orangtua responsif terhadap emosi anak. Sehingga anak sadar orangtuanya selalu ada untuk mereka.

" Bereaksilah segera untuk kebutuhan anak, seperti menenangkan saat anak sedang kesal, dan menanggapi ekspresi wajah, gerakan, dan verbalisasi anak. Tidak butuh banyak. Bisa dengan kontak mata, senyum atau tepukan lembut di punggungnya," ujar Fergusson.

Jangan mengira bayi dan balita tak merasakan jika orangtuanya sedang stres atau marah. Mereka akan cenderung gelisah dan terus menangis jika digendong dan diasuh oleh orangtua yang level emosinya sedang tinggi. Jadi, sering-seringlah memeluk bayi dan kurangi level emosi negatif saat bermain dengannya.

Berbicara, bernyanyi dan menggunakan isyarat
Menurut Fergusson untuk memaksimalkan perkembangan ucapan dan bahasa pada bayi, orangtua harus berbicara dengan bayi mereka dengan kata-kata nyata sejak awal. Seperti bernyanyi dengan nada dan suara yang jelas. Berceritalah dengan banyak ekspresi, bayi akan sangat menyukainya.

Hal tersebut akan sangat baik bagi perkembangan kognitif dankemampuan berbahasanya. Semakin banyak berbicara dengan bayi, semakin cepat ia bisa berbicara dan mendapatkan kosa kata yang beragam.

Membaca dan mendiskusikan cerita dengan bayi
Kita semua sadar akan pentingnya mendongeng dan mengajarkan membaca pada anak-anak untuk perkembangan bahasa dan kognitif. " Ini mengenalkan mereka pada kata-kata, konsep, dan bentuk diskusi. Penalaran yang mungkin tidak mereka hadapi dalam kegiatan lain, " ujar Ferguson.

Ia juga menekankan bahwa membaca untuk anak-anak usia 3 sangat penting. Perkembangan bahasa pada usia 36 bulan sangat dipengaruhi oleh kebiasaan orangtua membacakan buku atau dongeng pada anak. Ha yang tak kalah penting adalah diskusi setelah selesai membaca buku.

" Diskusi selama membaca buku bersama cenderung menentukan kemampuan baca tulis anak-anak nanti. Begitu anak Anda bisa merespons cerita, ajaklah berdiskusi. Misalnya apakah ia suka dengan cerita tersebut, tanya alasannya atau ajukan pertanyaan tentang tokoh yang ada di cerita," kata Ferguson.

Kebiasaan tersebut akan membentuk pola pikirnya jadi lebih berkembang. Ia akan berpikir lebih kritis, imajinasinya pun dirangsang untuk lebih kreatif, sementara penalarannya akan cerita akan berkembang sangat baik.


Sumber: Smart Parenting

 

Beri Komentar