8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Pembangunan Fasilitas Di Puncak Kawah Ijen (Foto: Sea Soldier Banyuwangi)
Dream - Beberapa waktu belakangan banyak gambar serta video yang berisi pembangunan di puncak Gunung Kawah Ijen beredar di media sosial. Rupanya Balai Besar KSDA Jawa Timur berencana membangun beberapa fasilitas di sini.
Diantaranya adalah ruang kesehatan, pagar pengaman bibir kawah, embung air, dan tandon air. Selain itu, akan dibangun pula mushola, lahan parkir, ruang interpretasi wisata, tempat pantau satwa, pos pengendalian kebakaran, camping ground serta beberapa fasilitas lainnya.
Namun, pembangunan sarana prasarana tersebut menuai banyak protes lantaran dibangun tepat di puncak Gunung Ijen. Salah satunya datang dari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur.
Walhi dengan tegas menolak segala bentuk pembangunan di Kawah Ijen, termasuk rencana investor yang akan membangun kereta gantung di Kawasan Wisata Kawah Ijen. Meski tak menyalahi aturan, pembangunan tersebut dianggap tidak sesuai etika konservasi alam.
Namun Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Ayu Dewi Lestari mengatakan, pembangunan sarana prasarana tersebut sudah sejak lama direncanakan. Dan menurutnya, tak ada yang salah dengan pembangunan tersebut karena dilakukan di blok publik yang masih berstatus Taman Wisata Alam (TWA).
" Siapa bilang tidak boleh. Itu kan Taman Wisata Alam, bukan Cagar Alam. Di sana akan kami bangun toilet, musala dan tempat istirahat untuk wisatawan," kata Ayu Dewi Lestari, dikutip dari penanusantara.id.
Dikatakan Dewi, pembangunan ini bertujuan untuk membuat wisatawan yang berkunjung ke Kawah Ijen agar lebih nyaman.
Menanggapi kontroversi ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas justru mengaku kaget dengan pembangunan Ijen tersebut. Azwar Anas mengatakan, pihaknya belum diajak berkomunikasi oleh BBKSDA terkait hal ini.
" Kita minta BBKSDA melakukan klarifikasi terkait dengan pembangunan itu. Mengenai bangunan itu kami harap bisa menyesuaikan dengan landscape. Karena yang dijual di Ijen itu ya landscape-nya," katanya.
Nah, kalau Sahabat Dream Travel sendiri setuju nggak dengan adanya pembangunan fasilitas di Kawah Ijen?
(Berbagai sumber)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian