Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Source: Shutterstock.com
Dream - Ketika harus berada di rumah lebih lama, ada yang memanfaatkannya dengan mencoba berbagai produk kosmetik baru.
Ada juga yang mencoba berbagai perawatan kulit alami. Tapi, ada juga yang berusaha meminimalisir pemakaian produk atau perawatan lainnya untuk mengistirahatkan kulit.
Memakai lebih sedikit produk akan membuat wajah terasa lebih ringan. Terkadang, menghindari produk kecantikan juga dapat membuat wajah lebih sehat.
Tentu saja yang dihindari bukanlah produk pelindung utama bagi kesehatan kulit seperti pembersih, pelembap dan tabir surya.
Kebiasaan memakai produk yang sangat sedikit diprediksikan akan menjadi tren tahun depan. Dilansir dari Pop Sugar, tren tersebut dinamakan 'Skinimalism'.

Sebenarnya, tren tersebut tidak menghindari terlalu banyak produk. Tren tersebut ditujukan untuk mendapatkan penampilan wajah natural dengan atau tanpa makeup.
Berdasarkan data Pinterest, pencarian seputar cara mendapatkan kulit glowing telah meningkat 4 kali lipat setiap tahunnya.
Kata kunci 'riasan natural untuk sehari-hari' pun meningkat 180 persen di tahun lalu. Sehingga kini banyak orang yang ingin membuat penampilan senatural mungkin.
Adanya tren ini bukan berarti menghilangkan kreativitas dalam dunia makeup. Namun, kamu akan lebih fokus menonjolkan kelebihan.
Bukan mengubah penampilan. Jadi, penampilanmu akan lebih menarik dan glowing secara natural.
(Sumber: Pop Sugar)
Dream - Akhir tahun merupakan saat yang tepat untuk mengingat kembali tren kecantikan selama 2020.
Pandemi Covid-19 memang mengekang banyak aktivitas manusia, namun rupanya kreativitas memoles wajah tak bisa terhenti.
Buktinya, banyak gaya makeup yang sangat kreatif dan unik beredar di media sosial sebelum akhirnya menjadi tren.
Dilansir oleh Times of India, berikut ini tren kecantikan unik yang beredar di media sosial sepanjang tahun ini.
© © Shutterstock.com
Riasan mata telah menjadi perhatian hampir semua wanita selama pandemi. Hal ini dikarenakan pemakaian masker yang menutupi seluruh bagian wajah kecuali dahi dan area mata.
Salah satu tren yang pernah hits selama pandemi adalah pemakaian warna eyeshadow berbeda di masing-masing mata.
Umumnya, perbedaan warna eyeshadow yang dipakai akan cukup kontras. Sehingga, perbedaannya terlihat unik dan menarik. Tentunya, dengan pemilihan kombinasi warna yang tepat.
Meski akan tertutup oleh masker ketika dipakai beraktivitas, namun gaya bibir berbulu ini tetap menjadi tren di media sosial.
Tren ini diterapkan dengan pemakaian bulu atau serat kain di seluruh bibir. Sehingga, bibir terlihat berbulu dengan warna yang kontras seperti ungu.
Penampilan wajah seperti Barbie
© © Instagram.com/adelahaddad17/
Penampilan seperti Barbie telah banyak ditiru oleh Beauty Blogger dan diunggah ke Instagram. Lalu, tampilan wajah seperti Barbie dibuat menjadi filter.
Sehingga, kamu lebih mudah mendapatkan penampilan seperti Barbie yang memiliki bibir tebal dan mata besar.
© © Instagram.com/cindercella/
Memakai beads di sekitar mata mungkin telah dilakukan sejak lama. Namun di tahun ini, semakin banyak yang menggunakan beads di sekitar mata untuk membuat gaya makeup lebih menarik.
Selain terlihat unik, kamu bisa menyesuaikan pemakaian beads dengan gayamu agar terlihat lebih menarik di momen-momen spesial seperti tahun baru.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya