Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Tony Fadell
Dream - Tak dipungkiri kini anak-anak sangat akrab dengan teknologi tablet. Kecanggihan layar sentuh membuat anak-anak dengan mudah melihat video, bermain dan menikmati apapun yang mereka inginkan untuk mendapat kesenangan.
Produk iPhone dan iPad jadi salah satu pencetus berkembangnya teknologi tablet. Dulu, harganya sangat mahal. Kini banyak produsen mengimitasi dan menjualnya dengan harga yang terjangkau.
Tony Fadell, yang pernah menjadi Presiden Apple inc serta salah satu orang yang ikut terlibat aktif dalam mengembangkan iPhone justru khawatir dengan kondisi tersebut.
Menurutnya kini anak-anak jadi semakin lama menghabiskan waktu mereka dengan menatap layar. Ia mengungkap kalau tablet, ponsel pintar serta gadget diciptakan memang bukan untuk
digunakan secara kolektif, tapi individual.
" Kondisi ini membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya sendiri, aktivitas mereka di layar tak perlu melibatkan orangtua atau teman-temannya, mereka asyik sendiri. Ini aku alami dan khawatirkan sejak menjadi ayah. Saat 'menarik' tablet dan gadget dari anak-anak, mereka jadi emosional dan marah," ungkap Fadell, beberapa waktu lalu salam sebuah acara bincang-bincang di London Design Museum, seperti dikutip dari Fatherly.
Fadel menjelaskan, ketika para arsitek teknologi mengembangkan teknologi tablet, tak pernah terpikirkan efeknya pada keluarga. Ia juga merasakan langsung efek negatif ketika mengontrol
anak-anaknya saat menggunakan gadget.
" Kondisi juga akhirnya memicu kami para arsitek teknologi untuk mengembangkan program khusus anak-anak yang bisa mereka nikmati dengan aman, seperti YouTube Kids. Ini jadi semacam konsekuensi bagi kami. Tapi memang orangtua berperan besar dalam mengontrol penggunaan gadget pada anak-anak," ujar Fadell.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari