5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Ilustrasi
Dream - Tak dipungkiri menghadapi anak-anak kadang memancing emosi negatif. Amarah dan teriakan keluar begitu saja ketika orangtua tak bisa mengontrol diri. Anak bisa saja merasa
takut dan trauma, sementara orangtua dihantui rasa bersalah.
Keinginan orangtua tentu mendidik anak dengan baik dan tegas, bukan dengan teriakan penuh amarah. Untuk mengatasi rasa bersalah Anda dan memperbaiki keadaan serta hubungan
dengan anak, coba terapkan hal ini. Terutama setelah Anda meneriaki buah hati.
- 'Asingkan' diri
Emosi memuncak dan detak jantung sangat cepat biasanya terjadi setelah Anda berteriak. Segera 'asingkan' diri ke ruangan lain, bisa ke kamar tidur atau kamar mandi. Tarik napas panjang hingga detak jantung menurun. Tenangkan diri, hingga level emosi menurun baru temui buah hati.
- Analisis penyebab
Ada kalanya penyebab kita berteriak pada anak hanya karena hal si kecil melakukan sepele. Emosi yang meledak terjadi karena hal lain sebelumnya atau ketika kondisi emosi memang
sedang tidak stabil. Jadi, cari pemicu utama lalu solusinya. Jika memang anak melakukan hal yang membuat panik, beritahukan kalau hal itu sangat membahayakan dirinya. Tapi jika karena
kondisi emosi orantua yang tak stabil, berarti harus mencari cara menenangkan diri dan pikiran sebelum menghadapi anak-anak.
- Minta maaf
Ini jarang sekali dilakukan orangtua padahal sangat penting untuk dilakukan. Berteriak penuh amarah bukan hal baik. Tentu Anda tak ingin anak melakukannya pada Andadan orang lain , bukan? Minta maaflah, katakan kalau Anda merasa bersalah telah meneriaki dan membuatnya takut. Katakan itu adalah emosi buruk yang harusnya tak demikian. Anak akan belajar kondisi emosi dengan perlakukan ini.
Sumber: Powerfull Parenting
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
