Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Shutterstock
Dream - Perkembangan emosi seorang anak biasanya terlatih ketika mereka bermain, bertemu teman sebaya, atau berada di lingkungan baru. Namun cara melatih emosional anak ini selama hampir dua tahun kemarin tak bisa dilakukan optimal karena proses belajar dan mengajar lebih banyak dilakukan di rumah karena pandemi.
Alhasil, anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan hanya bertemu dengan keluarga dekat saja.
Meski tak seluas pembelajaran di sekolah, kegiatan anak selama di rumah tanpa disadari bisa jadi momen belajar loh. Belajar melalui bermain ini telah diakui secara luas oleh para praktisi sebagai hal yang penting untuk perkembangan anak.

“ Kegiatan bermain sangat berguna untuk perkembangan fisik dan mental anak. Lewat aktivitas bermain yang difasilitasi orang tua, kegiatan bermain dapat membantu mengembangkan otak anak,” jelas Psikolog Klinis Anak, Anastasia Satriyo pada konferensi pers Ikea Ayo Main “ Bawa Perubahan Lewat Bermain, baru-baru ini.
Penting sekali untuk mengembangkan kemampuan anak dengan menstimulasi mereka. Karena anak tidak mungkin bisa jika tidak diajarkan.

“ Mereka bisa berkembang tergantung apa yang diberikan orangtua dan pengasuhnya, jadi orangtua bisa cari bermain yang memicu sensorinya,” tambah Anastasia.
Salurkan Emosi Lewat Imajinasi
Sejak dini, penting sekali untuk mengembangkan imajinasi anak, sehingga dapat mengasah pola pikirnya.

“ Area emosi lewat imajinasi, ini jadi sarana anak untuk belajar. Jadi orangtua bisa memahami emosi anak, bermain peran lewat role play, orangtua bisa mengembangkan ekspresi, dan pemecahan sosial lewat bermain,” jelas Anastasia.
Bermain tak hanya menyenangkan, namun juga memiliki berbagai manfaat untuk membawa perubahan positif. Dengan demikian, anak-anak dan orang dewasa dapat belajar hal baru dan pada akhirnya mereka mau mengambil langkah untuk membuat perubahan.
Ingin mengingatkan manfaat bermain bagi anak, IKEA Indonesia kembali hadir dengan kampanye tahunan Ayo Main dengan tema “ Bawa Perubahan Lewat Bermain”.

“ Bermain dapat membawa manfaat positif, khususnya untuk lebih mengenal diri sendiri dan lingkungan sekitar. Maka dari itu, IKEA Indonesia ingin mengajak orang tua dan anak untuk memiliki waktu bermain yang berkualitas lewat kampanye Ayo Main,” jelas Communication and Public Relations Manager IKEA Indonesia, Metha Tri Rizka pada kesempatan yang sama.
Ikea menghadirkan produk child-friendly IKEA dibuat untuk menunjang kegiatan bermain anak di rumah. Contohnya, boneka beragam binatang laut dari seri BLAVINGAD yang dapat digunakan orang tua sambil membacakan dongeng bertema lautan. Selain itu, perlengkapan seni kreatif MÅLA dari IKEA juga dapat digunakan untuk menunjang kreativitas anak.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa