Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi Belajar Di Rumah (Foto: SHutterstock)
Dream - Dampak pandemi Covid-19 membuat seluruh aktivitas belajar-mengajar di sekolah terpaksa dihentikan. Situsasi saat ini memaksa anak-anak belajar dari rumah dengan sistem daring. Tentu hal ini membutuh penyesuaian serta peran penting orang tua bagi anak.
Memperlakukan anak yang bersekolah dari rumah tentu berbeda ketika mereka harus belajar di sekolah. Sistem belajaar dari rumah membuat anak-anak mudah terganggu konsentrasinya.
Dr. Vivid Fitri Argarini, praktisi pendidikan dan komunikasi mengatakan, Covid-19 telah menjadi pengingat kepada orang tua tentang peran utamanya sebagai orang pertama yang mendidik anak.
Dr. Vivid mengaku menemukan banyak keluhan dari cara mendidik anak saat menjalani masa sekolah dari rumah. Berikut kiat-kiat yang dibagikannya untuk memahami anak saat belajar di rumah.

Menurut Dr. Vivid, gaya belajar anak terbagi menjadi empat dan hal ini yang patut diperhatikan orang tua.
" Ada gaya belajar anak yang sambil tiduran, sambil dengerin musik, sambil bermain atau bahkan ada yang sambil ngemil. Disini orang tua harus bisa memahami kebutuhan anak, misal ada yang suka ngemil, kita harus siapkan cemilan. Buat suasana belajar di rumah lebih nyaman," tutur Dr. Vivid dalam Webinar HiLo School Fun & Play, Kamis 27 Agustus 2020.

Dimasa pandemi seperti saat ini, orang tua harus mulai belajar membangun komunikasi yang menarik dengan anak. Dr. Vivid juga menyampaikan, ada dua cara untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak.
" Memperhatikan komunikasi dengan anak dapat dimulai dengan mendampingi mereka saat proses PJJ berlangsung. Orang tua harus peka terhadap beban anak dan memahami emosi anak ketika belajar di rumah. Disini orang tua harus looking after," jelas Dr. Vivid.
Selain dua cara tersebut, Dr. Vivid juga menyampaikan pentingnya berkomunikasi dengan proper manner yang mengupayakan sikap asertif.
" Sikap asertif yang dimaksud bagaimana orang tua dan anak harus sama-sama menemukan kenyaman dan suasana kondusif saat proses belajar di rumah. Orang tua harus menggunakan komunikasi 5W + 1H," jelasnya.
" Orang tua tidak boleh demanding, memaksakan anak agar tugas cepat selesai. Ada kalanya anak sudah bosan karena rindu suasana sekolah, orang tua harus mengerti keadaan ini. Buat suasana belajar yang tenang di rumah dan menghargai perasaan anak."
Dengan cara dan trik tersebut, orang tua dapat membantu proses belajar anak di rumah tanpa harus merasakan stres ataupun tekanan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun