Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - WhatsApp mengumumkan mengenai serangan peretas. Perusahaan aplikasi itu mengklaim sistem keamanan WhatsApp berhasil ditembus oleh peretas dan menginstalasi spyware di beberapa pengguna ponsel.
Kode berbahaya ini menyebabkan catatan panggilan milik pengguna menghilang. Selain itu, yang berbahaya, spyware ini mampu mendapatkan panggilan, teks, dan data lainnya.
Bahkan, spyware yang terpasang dapat mengaktifkan kamera dan mikrofon ponsel, serta melakukan kegiatan berbahaya lainnya.
Tetapi, bagaimana cara pengguna tahu bahwa ponselnya telah diretas? Inilah yang perlu kamu ketahui.
Dikutip dari laman Mirror, Kamis 16 Mei 2019, semua ponsel cerdas dengan WhatsApp atau WhatsApp Business dapat diretas.
Ponsel dengan sistem operasi iOS, Android, dan Windows, menurut Facebook, dapat dimasuki peretas.
WhatsApp menyatakan, tak mengetahui secara pasti jumlah akun yang terkena peretasan.
WhatsApp masih menyelidiki pelanggaran tersebut. WhatsApp hanya menyebut " sejumlah pengguna terpilih yang ditargetkan melalui kerentanan ini oleh pelaku siber canggih."
Beberapa target, termasuk pengacara HAM yang berpusat di Inggris dan seorang peneliti Amnesty International, telah diidentifikasi.
Serangan itu tampaknya ditujukan kepada para pelaku kampanye hak asasi manusia.
Indikasi peretasan terjadi dengan munculnya panggilan suara WhatsApp atau panggilan telepon yang tidak dikenal. Meski belum terjadi, pengguna harus tetap mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri sendiri.
Seandainya kamu bekerja untuk organisasi hak asasi manusia, sebaiknya kamu ekstra waspada.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya