Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Ilustrasi. (Source: Shutterstock)
Dream - Hiperpigmentasi tidak hanya terjadi pada wajah dan area kulit yang terbuka. Area kulit yang tertutup seperti ketiak pun bisa mengalaminya.
Ketiak yang menghitam bisa disebabkan oleh beberapa hal. Tapi menurut Dokter Kulit, Arthur Simon, kondisi yang tergolong hiperpigmentasi pasca inflamasi (HPI) ini lebih sering terjadi pada seseorang dengan kulit berwarna.
Sebenarnya, perubahan warna kulit ketiak sama seperti hiperpigmentasi yang terjadi setelah jerawatmu sembuh. Tapi pada ketiak, HPI terjadi akibat trauma atau luka pada kulit.
Luka atau trauma tersebut membuat kulit memproduksi lebih banyak pigmen atau melanin. " Penyebab trauma terseringnya adalah gesekan karena gemuk dan juga aktivitas cukur mencukur," jelasnya melalui unggahan Instagram.
Jika ingin mencegah hiperpigmentasi pada ketiak, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini.

Foto: Pexels
Gantilah alat cukur setelah dipakai 5 kali untuk memastikan pisaunya tetap tajam dan benar-benar bersih. Sehingga, alat cukurnya tidak akan melukai kulit ketiak dan menyebabkan infeksi.
2. Gunting Sebelum Cukur
Jika bulu ketiak cukup panjang, guntinglah bulunya terlebih dulu sebelum dicukur untuk mengurangi tarikan dari alat cukur. Jadi, kulit ketiak lebih nyaman saat dicukur maupun dibersihkan.
Jangan cukur bulu ketiak saat masih terdapat sisa deodoran maupun keringat. Meski kering, namun kotoran pada ketiak berpotensi mengakibatkan infeksi pada saat mencukur bulu di sekitarnya.
Bersihkan area ketiak sebelum dicukur untuk menjaga kesehatan kulit ketiak dan mencegah hiperpigmentasi.

Foto: Pexels
Pastikan ketiakmu cukup lembap saat dicukur untuk mengurangi tekanan atau tarikan dari alat cukur. Basahi dengan air atau gunakan shaving foam terlebih dulu sebelum mencukur bulu ketiak.
Jangan lupa keringkan ketiak dan pakailah pelembap setelah dicukur untuk membersihkan serta menenangkan kulit di sekitarnya. Bila perlu, gunakan skincare yang mampu melembapkan dan mencerahkan di saat yang sama untuk mencegah hiperpigmentasi.
6. Jangan Pakai Deodoran Setelah Mencukur Bulu Ketiak
Biarkan ketiak tetap kering 30 menit setelah mencukur bulunya. Setelah itu, kamu bisa menggunakan deodoran bertekstur lotion untuk membuat kulit di sekitarnya tetap lembap serta mengurangi gesekan.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?