Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Palm Grove, Spanyol (Foto: Simon/Flickr)
Dream - Di Kota Elche, Spanyol, ada sebuah perkebunan palem (pohon kurma) sangat luas yang merupakan satu-satunya di Eropa, dan salah satu perkebunan palem terbesar di dunia. Elche memiliki lebih banyak pohon palem ketimbang jumlah populasi manusia. Diperkirakan ada sekitar 200.000 hingga 300.000 pohon di sini, yang tersebar di ratusan area.
Pohon palem sudah ada di Elche sekitar 2.500 tahun. Spesimen pertamanya mungkin ditanam pada abad ke-5 SM oleh Carthaginians yang menetap di Spanyol tenggara. Namun, pemandangan formasi perkebunan palem dengan sistem irigasi yang rumit seperti yang ada saat ini pertama kali diletakkan oleh umat Islam menjelang akhir abad kesepuluh Masehi, ketika sebagian besar semenanjung Iberia adalah Arab.

Dari kejauhan, perkebunan palem tampak seperti hutan yang luas. Namun kenyataannya, mereka merupakan bagian dari lanskap perkotaan. Pohon-pohon itu ditanam secara padat di kebun yang kebanyakan berbentuk persegi atau persegi panjang, dan dibatasi oleh pagar yang terbuat dari daun palem kering. Atau dalam beberapa kasus, dibatasi oleh pagar tembok.
Di tengah kebun yang dikelilingi pohon palem biasanya berdiri rumah dari si pemilik tanah. Sebagian besar rumah sekarang ditinggalkan karena kebun telah dibeli oleh pemerintah setempat. Beberapa kebun sekarang adalah taman umum dimana masyarakat dapat bersantai dikelilingi pohon palem sembari mendengarkan suara gemericik air yang mengalir melalui pipa irigasi.

Secara historis, kebun ini ditanam untuk keperluan pertanian. Pepohonannya menghasilkan kurma dan naungan mereka memberi manfaat untuk tanaman-tanaman sayuran. Pada abad ke-17, beberapa kebun telah ditebang. Proses ini diperburuk dengan revolusi industri dan kedatangan kereta api di abad ke-19.
Seiring waktu, kebun-kebun tersebut kehilangan peran pertanian dan aktivitas memanen hanya tinggal kenangan. Saat ini, peran perkebunan palem itu tak lebih dari lanskap dan aset budaya daripada situs pertanian.


Menyadari pentingnya situs budaya ini, pada tahun 2000, UNESCO menunjuk 'Palm Grove' atau perkebunan palem ini sebagai Situs Warisan Dunia.
(Sumber: amusingplanet.com)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele