Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ilustrasi
Dream - Rasa cemas pada anak bisa dipicu banyak hal, misalnya saat akan menghadapi ulangan, harus diperiksa dokter atau ketika menghadapi suasana baru seperti di sekolah dan lingkungan rumah yang baru.
Saat cemas, biasanya anak akan jadi menarik diri, menangis, rewel atau malah berulah. Ada juga mengungkapkan langsung dengan mengatakan kalau ia takut. Dalam kondisi ini orangtua berperan besar untuk menenangkan dan melatih anak untuk menurunkan level kecemasannya.
Bagaimana caranya? Ada beberapa pernyataan dan pertanyaan yang bisa Anda lontarkan pada buah hati, ini contekannya.
- " Ibu/ ayah ada di sini, kamu baik-baik saja"
Pernyataan ini akan membuat anak jadi lebih tenang dan merasa aman, ketika ia merasa tak bisa mengontrol kondisi dirinya dan keadaan di sekelilingnya. Tidak perlu mengatakan untuk menghilangkan rasa paniknya atau menyebutnya penakut karena malah akan memperparah kepanikannya.
- " Coba ceritakan, kenapa adik/ kakak merasa takut?"
Biarkan si kecil bercerita apa yang ia rasakan dan alasannya. Mungkin anak akan butuh lama memproses ketakutan yang ada di pikirannya untuk diceritakan lewat kata-kata. Untuk itu jangan sela ceritanya meskipun ia agak terbata-bata mengungkapkanny. Cara ini juga bisa menurunkan level kepanikannya.
- " Seberapa besar takutnya?"
Ini juga jadi pertanyaan yang bisa Anda ajukan pada si kecil. Minta ia mendeskripsikan, bisa Anda contohkan, sebesar bola, sebesar semangka atau sebesar pisang. Jika ia mendeskripsikannya berarti anak bisa menggambarkan kepanikannya dengan baik dan akan sangat membantu dalam mengurangi kekhawatirannya. Apabila anak tak bisa mendeskripsikan, minta ia menggambarkan, bisa berupa bola, titik atau garis untuk membantu menunjukkan emosi kepanikannya.
- " Tarik napas panjang yuk, seperti ini"
Mengambil napas dalam juga bisa sangat membantu membuat anak lebih tenang. Contohkan padanya bagaimana mengambil napas panjang lewat hidung dan mengeluarkannya lewat mulut.
Sumber: lemon lime adventures
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol