7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Produsen pesawat Airbus tengah meneliti cara baru bagi pesawat untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi.
Mereka menemukan pesawat akan lebih hemat bahan bakar jika terbang dalam formasi berbentuk V atau seperti kawanan angsa yang sedang bermigrasi.
Konsep tersebut disebut fello’fly yaitu pesawat akan terbang berdekatan di belakang satu sama lain. Pesawat yang mengikuti di belakang akan memanfaatkan gelombang udara berputar yang ditinggalkan oleh pesawat yang berada di depannya.
© Foto: Youtube/Airbus
Para peneliti mengambil konsep dari burung yang bermigrasi selama beberapa dekade. Tetapi menerapkan konsep ini pada pesawat komersil merupakan sebuah terobosan baru.
Penerbangan dalam formasi ini sebenarnya sudah diterapkan selama operasi militer. Tetapi dalam penerbangan komersil harus mendapat persetujuan dari pengawas lalu lintas udara.
Rute penerbangan juga harus dibuat berbeda sehingga pesawat dapat berbarengan selama perjalanan.
© Ilustrasi (Foto: Freepik)
Emisi gas rumah kaca dari pesawat komersil mendekati hampir satu miliar metrik per ton setiap tahunnya. Dan penerbangan ini menyumbang sekitar 2,5 persen emisi karbondioksida global.
Sehingga mengurangi polusi menjadi salah satu prioritas bagi banyak maskapai.
Karena masalah ini pula, beberapa pelancong memutuskan untuk berhenti melakukan penerbangan. Gerakan ini disebut flygskam dalam bahasa Swedia atau rasa malu terbang.
(Sumber: lonelyplanet.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?