Pilah-Pilih Larutan Penyegar: Botol, Kaleng atau Sachet?

Reporter : Glugut Hari Pamungkas
Rabu, 21 Juni 2017 12:30
Pilah-Pilih Larutan Penyegar: Botol, Kaleng atau Sachet?
Bentuk kemasan larutan penyegar mana yang jadi favoritmu untuk menemani di saat sahur maupun berbuka puasa?

Dream - Istilah panas dalam sudah tidak asing di telinga, apalagi saat menjalankan puasa di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung. Bibir pecah-pecah, bau mulut, sembelit, radang tenggorokan, dan badan yang tidak fit sering dikaitkan sebagai gejala panas dalam yang dapat mengganggu kelancaran berpuasa.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengonsumsi Larutan Penyegar Cap Badak dari Sinde. Terbuat dari bahan-bahan alami seperti Gybsum Fibrosum dan Galcareus Spar, yang diproses secara modern dengan menggunakan teknologi asal Jerman, sehingga terjamin halal dan aman diminum oleh segala usia.

Selain dapat meredakan panas dalam, minum Larutan Penyegar Cap Badak yang tersedia dalam varian original dan buah-buahan yang memberikan kesegaran pada tubuh.

Larutan Penyegar Cap Badak© Larutan Penyegar Cap Badak

Facebook.com/larutanpenyegar

Tersedia dalam kemasan plastik, kaleng, maupun sachet, simak kelebihannya masing-masing berikut ini.

Botol Plastik

Larutan penyegar yang dikemas dalam botol plastik mengedepankan faktor fleksibilitasnya. Apalagi kemasannya yang lebih ringan ketimbang kaca dan bahan lainnya sehingga mudah disimpan dan dibawa ke mana saja.

Dilengkapi dengan tutup ulir yang dapat dibuka-tutup dengan mudah, menjadikan larutan penyegar dapat diminum saat sahur atau buka puasa di jalan.

Agar volume, rasa, dan tampilan fisiknya tidak berubah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, terutama dalam penyimpanannya. Hindari meletakkan larutan penyegar di bawah sinar matahari langsung atau memasukkannya ke dalam freezer. Selain itu, buang sampah pada tempatnya yang memudahkan untuk proses daur ulang.

Kaleng

Selain botol plastik, larutan penyegar juga sering ditemukan dalam kemasan kaleng. Produsen memilih bahan yang tidak cepat rusak atau penyok, sehingga dapat dibawa ke mana pun tanpa mengalami risiko bocor.

Tidak hanya itu, minuman yang dikemas dalam kaleng juga dapat dingin dengan lebih cepat, sehingga memberikan rasa segar pada tubuh.

Jika memilih kemasan ini, pastikan larutan penyegar masih berada dalam kondisi yang baik. Misalnya saja kaleng tidak karatan dan ketika dibuka muncul suara khas yang menjadi indikator kesegaran minuman di dalamnya.

Setelah selesai, buang dengan menggencetnya untuk memudahkan proses daur ulang yang tidak terbatas dan hemat energi.

Sachet

Dikenal juga sebagai pouch yang fleksibel dan biasanya dibuat dari berbagai lapisan alumunium atau plastik. Cara pengemasan ini mampu mengamankan produk larutan penyegar dari bahaya fisik atau lingkungan dan mampu mengunci kesegarannya dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, membawa produk berupa sachet juga tidak memakan tempat dan mudah dikonsumsi kapan saja. Cukup siapkan air dan gelas untuk membuatnya, lalu minum saat dibutuhkan. Segar dalam sekejap!

Bentuk kemasan larutan penyegar mana yang jadi favoritmu untuk menemani di saat sahur maupun berbuka puasa?

Beri Komentar