BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Twitter @suriresutari_
Dream - Masalah psikologis serta mental bukan hanya dialami orang dewasa, tapi juga anak-anak. Terutama pada mereka yang berada di dalam masa transisi dari usia anak ke remaja. Terkadang anak dan remaja tak bisa menceritakan masalah pada orangtua, karena kerap dihakimi, dimarahi, dan tak dimengerti.
Seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di Twitter @suriresutari_ tingkat sekolah menengah pertama (SMP), mengunggah beberapa coretan para muridnya yang tak diberi nama. Dari coretan tersebut tampak, suasana hati mereka yang sedih dan bikin pilu. Sebagian besar karena kondisi keluarga yang tidak stabil.
" Sebagai guru BK, saya mencoba utk memahami perasaan siswa. Hari ini saya menerapkan teknik journaling di buku yg disampul seragam satu kls tanpa nama, hanya ada kode dari saya. Hari ini saya minta u/ mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka. Lihat apa yg mereka tulis," tulis Utari.

Salah satu coretan anak muridnya, tampak sebuah pintu hitam seperti peti. Lalu ada seseorang yang berusaha masuk, ditulis juga " Kangen Alm Ayah" .

Ada muridnya yang menulis merasa " lonely" atau kesepian dan bingung untuk pulang. Ia menggambarkan ekspektasi di mana ada " mama" , " papa" dan rumah. Realita justru ssebaliknya, sang murid hanya bersama mamanya dan tak ada rumah, lalu tampak tulisan " cuma pengen pulang" .
Salah satu netizen bertanya, ada apa " Apa yg terjadi sampai perasaan mereka segelap ini...🥺🥺" .
Guru tersebut menjawabnya, " Ga jauh-jauh dari keluarga, kak. Bagaimana orang tua memperlakukan mereka di rumah" .

Ada juga muridnya yang mengalami perasaan campur aduk. Banyak coretan dan tertulis " campur aduk, misterius semua" .

Ada juga coretan muridnya yang merasa semua orang di sekitarnya terlalu berisik dan ia butuh ketenangan. Salah satu muridnya juga ada yang membuat gambar " lost" atau hilang.
" Ini gambar yang sederhana tapi masalah yang dihadapi tidak sesederhana itu," tulis sang guru.

Mungkin tampak seperti coretan biasanya, tapi menurut sang Guru BK, masalah yang dihadapi anak tersebut sangat kompleks. Sampai membuat kondisi psikologisnya bermasalah.
Komentar pun bermunculan, seperti dari akun @motherflerken_ yang menulis
" mbrebes mili😭😭😭, mbak/bu suri, semoga selalu sehat dan diberi kemudahan dalam menjalani kariernya. semoga bisa selalu mendampingi siswa2" .
Lalu akun @olivepawpaw, berkomentar " Bener2 keluarga tu bisa jd sumber luka bisa jd sumber bahagia. Sedih bgt liatnya" .
Sbgai guru BK, saya mencoba utk memahami perasaan siswa. Hari ini saya menerapkan teknik journaling di buku yg disampul seragam satu kls tanpa nama, hanya ada kode dari saya. Hari ini saya minta u/ mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka. Lihat apa yg mereka tulis. pic.twitter.com/giKsWHwZEu
— Iik ✨ (@suriresutari_)January 27, 2023
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
