Foto: Space.com
Dream - Tanpa disadari planet Bumi tampaknya sedang mencoba memberi tahu para penghuninya. Sebuah foto terbaru dari satelit GOES East belum lama ini menggemparkan publik berupa tampilan bentuk awan yang terlihat dari luar angkasa.
Penampakan awan ini disebut-sebut membentuk kata " GO" yang dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai pergi.
Melansir space.com, pemandangan Bumi ini tertangkap oleh GOES East yang dioperasikan oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) pada Jumat, 6 Mei 2022.
" Meskipun kami senang ini hari Jumat, satelit NOAA tidak pernah beristirahat, terus-menerus mengawasi cuaca Bumi. Kami terkejut melihat pola menarik di awan stratocumulus laut di lepas pantai Chili hari ini, yang tampaknya membentuk huruf G," tulis pejabat NOAA di Twitter sambil membagikan foto tersebut.
Karena penampakan itu tertangkap pada hari Jumat, NOAA iseng menyisipkan huruf T, I dan F pada foto tersebut sehingga terbaca TGIF yang merupakan singkatan dari " Thank God It's Friday.
" Tapi, jika kalian memperbesar citra yang ditangkap melalui satelit GOES East ini, awan itu tampaknya membentuk kata GO," tulis NOAA dalam postingan berikutnya.
Namun, rupanya foto itu bukanlah satu-satunya bentuk unik yang ditemukan. Penampakan bentuk-bentuk tertentu di awan atau objek lain kerap dialami orang-orang dan sering disebut sebagai pareidolia, atau kondisi ketika otak manusia melihat pola yang sudah dikenal dalam bentuk acak.
Meskipun pesan GO hanyalah suatu kebetulan yang disebabkan oleh kondisi atmosfer pada saat itu, beberapa netizen yang melihat foto tersebut berpikir bahwa Bumi mungkin sesekali sedang mencoba berkomunikasi dengan manusia.
Dream - Fenomena awan berbentuk seperti topi terjadi di sekitar Gunung Lawu, terlihat dari kawasan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis 5 November 2020.
Fenomena unik awan berbentuk lingkaran ini tertangkap kamera dan mengundang perhatian warganet.
Dalam foto yang ramai beredar di media sosial tersebut, terdapat dua buah awan berbentuk lingkaran.
Satu awan berada tepat di atas Gunung Lawu, sementara satu lagi berukuran lebih besar berada di sebelah selatan gunung.
Fenomena awan topi di Gunung Lawu ini diposting berbagai platform media sosial, di antaranya akun Instagram @energisolo.
Akun ini merepost beberapa foto awan topi milik akun @rikaveryykurniawan dengan menyertakan keterangan 'Awan di Lawu, Tawangmangu-Sarangan pagi ini'.

Unggahan tersebut disuka menarik perhatian banyak netizen.
" MasyaAllah indahnya," ujar salah satu warganet.
" Apik nek didelok ko ngisor, nek pas neng gunung badai membahayakan kui mind (bagus kalau dilihat dari bawah, kalau pas di gunung badai membahayakan itu admin)," kata akun netizen lainnya.
" Allah maha besar," ujar netizen lainnya.
Dari penelusuran yang dilakukan Dream.co.id, fenomena awan ini disebut awan lentikular.
Awan stasioner (tak bergerak/menetap di satu tempat) yang terbentuk saat aliran udara menubruk satu penghalang besar, sehingga membentuk pusaran stasioner.
Adapun penghalang yang dimaksud, bisa berupa puncak gunung, bisa berupa kawasan dengan tekanan udara lokal lebih tinggi.
View this post on Instagram