Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pemberitaan mengenai pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura yang hilang sejak Minggu, 28 Desember 2014 lalu semakin marak di media. Baik di Indonesia maupun luar negeri.
Banyaknya pemberitaan terlebih yang mengeksploitasi duka keluarga korban pesawat disayangkan Himpunan Psikolog Indonesia.
" Seringkali sisi privasi seseorang diabaikan. Etika sudah tidak begitu diterapkan. Duka keluarga korban menjadi materi pemberitaan yang banyak dieksploitasi media massa. Ini sangat disayangkan," kata Perwakilan dari Himpunan Psikolog Indonesia, Margaretha saat berbincang dengan Dream.co.id, Senin 5 Januari 2014.
Margaretha juga mengatakan, media massa harus ikut berperan membantu proses pemulihan trauma dan kesedihan keluarga korban. Memulihkan trauma keluarga dengan tidak terlalu mengeksploitasi kesedihan sebagai materi pemberitaan.
" Empati harus jadi dasar proses pemberitaan. Sebaiknya tidak melulu fokus pada penderitaan korbannya," kata Margaretha.
Dia berharap media juga lebih peka dengan hal ini, " Tidak melulu kesedihan, masih banyak bahan berita lainnya misalnya pertolongan dari segala lini. Itu akan menjadi masukan dan pendidikan juga bagi masyarakat, betapa orang bisa saling membantu, dan itu akan menjadi hal yang lebih positif daripada kita sekedar mengeksploitasi kesedihan dari keluarga penumpang,” harap Margaretha. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya