Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Memiliki kepercayaan diri yang tinggi, jadi modal penting dalam hal mengembangkan diri. Baik dalam hal organisasi, pendidikan, pekerjaan hingga menjalani kehidupan yang tentunya bakal banyak konflik dan permasalahan.
Dibandingkan laki-laki, anak perempuan cenderung lebih rentan mengalami kepercayaan diri yang rendah. Kepercayaan diri bisa diajarkan sejak dini oleh ayah dan ibu pada anak perempuan melalui berbagai cara.
Cobalah terapkan trik-trik berikut dalam pola asuh sehari-hari, demi menumbuhkan kepercayaan diri anak perempuan
1. Jangan mengkritik bentuk tubuh di depan anak
Ini adalah pesan penting yang meski dianggap sepele namun punya pesan penting pada anak. Jika ibunya saja suka menjelekkan diri sendiri dan minder dengan dirinya di depan cermin, apakah kira-kira anak akan bisa percaya diri dengan dirinya sendiri?
© Dream
Kepercayaan diri bisa ditunjukkan melalui kegiatan sehari-hari dan menjadi ibu yang aktif adalah salah satu contoh baik. Ibu yang aktif dan melakukan banyak kegiatan di luar rumah akan memberi pesan positif dan memotivasi anak.
© Dream
Hargai pencapaian atau prestasi di kelas. Bentuk apresiasi bisa membentuk rasa percaya diri pada anak sekaligus membuatnya memiliki kemampuan menghargai diri sendiri. Ketika mendapat pujian, anak akan terdorong untuk melakukan hal lebih baik.
© Dream
Daripada fokus pada kecantikan wajah dan bentuk tubuh, ajari anak untuk hidup sehat. Bukan memaksanya makan sayur dan buah, namun beri contoh dengan hanya memilih makan makanan sehat. Dengan sendirinya anak akan mengikuti gaya hidup sehat dan pemikiran yang sehat.
© Dream
Anak akan belajar dari lingkungan sekitarnya. Jika orangtua mengajaknya ke berbagai tempat, ada banyak pengalaman yang akan ia alami, dan dari situlah anak akan berani melakukan banyak hal, belajar beradaptasi dengan situasi dan mengembangkan rasa percaya diri.
© Dream
Saat anak menunjukkan rasa tidak percaya diri, tanyakan mengapa ia berpikir seperti itu. Cari tahu penyebabnya dan cari solusinya. Usahakan untuk memberikan getaran positif pada anak. Seringkali dengan kata-kata dukungan dari orangtua, anak bisa lebih percaya diri.
Laporan Febi Anindya Kirana/ Sumber: Fimela.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya