Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gaya Riasan Flawless Sudah Ada Sejak Zaman Romawi (Foto: Shutterstock)
Dream - Tahukah kamu jika wanita zaman Romawi kuno dan masa kini ternyata tak jauh berbeda dalam penampilan. Wanita Romawi termasuk wanita yang sering menggunakan beragam bahan unik untuk mempercantik kulit sehingga terlihat awet muda.
Demi tampilan wajah flawless, mereka menggunakan darah domba atau keringat gladiator hingga gading gajah.
Mereka juga menggunakan bahan alami untuk membuat berbagai jenis krim dan lotion.
Meski semua rahasia kecantikan wanita Romawi Kuno itu tak mungkin diadopsi dalam kehidupan modern zaman sekarang, namun masih ada beberapa trennya yang bisa diikuti sampai saat ini.
Dilansir dari Boldsky.com, berikut adalah beberapa tren kuno wanita Romawi yang masih bisa dilakukan hingga kini.
1. Alis Menyambung
Wanita Romawi Kuno sangat suka dengan tren monobrow atau menyambungkan alis. Mereka memang terkenal dengan alis hitam tebal dan menyambung dari kiri ke kanan.
Bahkan, demi mengikuti tren saat itu, wanita Romawi Kuno yang tak punya alis seperti itu akan menggunakan arang untuk membuat monobrow tiruan.
![]()
2. Warna Kulit Putih Pucat
Sejak dulu, sebagian besar wanita Romawi berusaha keras untuk mendapatkan kulit yang putih pucat. Awalnya mereka menggunakan bubuk kapur pada kulit untuk mendapatkan warna kulit pucat. Lalu, mereka beralih menggunakan bahan alami seperti kentang dan jeruk nipis untuk memperoleh warna kulit yang diinginkan.
3. Pipi Merah Merona
Selain kulit putih pucat, wanita Romawi Kuno kerap mewarnai pipi hingga merah merona. Mereka akan membuat pewarna pipi dari bahan alami untuk membuatnya terlihat lebih merona.
Biasanya, mereka memakai bubuk buah bit, bubuk biji annatto atau bubuk garut. Ketiga bahan tersebut kerap digunakan sebagai pewarna alami yang bisa mempercantik kulit tanpa efek samping.
Wanita Romawi Kuno akan mencampur bubuk buah bit dan garut untuk dijadikan bedak yang bisa menghasilkan efek pipi merah merona.

4. Membenci Bulu Halus
Seperti halnya wanita masa kini, perempuan di zaman Romawi Kuno pun tidak menyukai rambut yang ada di kaki, ketiak dan lengan. Untuk mengurangi pertumbuhan rambut atau bulu halus di daerah tersebut, wanita Romawi Kuno menggunakan batu apung.
5. Memakai Masker
Sejak zaman kuno, wanita Romawi telah menggunakan berbagai macam masker wajah berbahan alami untuk meningkatkan penampilan dan kesehatan kulit mereka.
Mereka biasanya membuat masker wajah sendiri dari bahan alami seperti campuran biji adas dan daun basil.
Untuk membuat masker wajah dengan bahan adas dan daun basil caranya sangat mudah. Rendam biji adas semalaman. Keesokan paginya, tumbuk biji adas dan campur dengan 1 sendok air perasan daun basil.
Hasilnya gunakan sebagai masker dan biarkan mengering. Lalu, bilas dengan air biasa. Kombinasi biji adas dan daun basil diyakini bisa membersihkan kulit dan memperlambat proses penuaan.
6. Mandi Susu
Susu telah digunakan sejak ratusan tahun untuk mempercantik diri. Rutinitas ini dilaukan oleh Cleopatra agar awet muda dan menjaga pesona kulitnya. Susu mampu mencegah penuaan dan memperbaiki sel kulit.
7. Mengecat Kuku
Cat kuku juga jadi tren di kalangan wanita Romawi Kuno. Untuk mendapatkan kuku yang cantik, wanita Romawi Kuno menggunakan lemak dan darah domba. Karena terbuat dari bahan alami, cat kuku wanita Romawi Kuno bisa bertahan lebih lama.
Demikianlah bagaimana wanita Romawi Kuno berusaha mempercantik diri mereka di tengah terbatasnya teknologi. Meski begitu kebiasaan mereka untuk tampil cantik ternyata masih berlangsung hingga sekarang.
(Sah, Sumber: Boldsky)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya