7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kamar Bayi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehadiran buah hati memang membuat kita jadi semangat menata rumah. Rumah jadi diperbaiki, tiap sudutnya dibersihkan, termasuk menyiapkan kamar khusus untuknya.
Mungkin Sahabat Dream sedang menyiapkan kamar untuk si kecil yang kini masih dalam kandungan. Boks bayi, lemari, serta beberapa furnitur pun disiapkan. Sebelum membeli banyak barang dan furnitur untuk kamar bayi, penting diketahui kalau masa-masa bayi tak lama.
Hanya sekitar 1-2 tahun saja, setelah itu anak masuk dalam masa usia balita (bawah lima tahun) yang kebutuhannya tentu berbeda. Untuk itu, penting menyiapkan kamar yang 'tumbuh' bersama bayi.
Jadi, barang dan perabot di dalamnya bisa digunakan lebih lama, tidak mubazir dan tentunya menghemat biaya. Ada trik yang bisa diterapkan saat merancang kamar bayi agar bisa digunakan hingga anak berusia 6 tahun.
© Dream
Saat merancang kamar bayi pertama kali, pada dasarnya membangun dari bawah ke atas, yang bisa berarti banyak membeli barang baru. Saat memilih furnitus, seperti lemari, tempat tidur, boks, ingatlah daya tahannya.
Pertimbangkan untuk membeli furnitur yang multifungsi dan bisa digunakan saat umur anak bertambah. Misalnya boks, ada yang kemudian bisa difungsikan menjadi penyimpanan, meja atau bahkan kursi. Dengan begitu furnitur tak terbuang percuma.
© Dream
Tidak pernah terlalu dini untuk mulai memikirkan keperluan kamar anak. Jika akan dijadikan kamar anak, pastikan juga ada kasur, bukan hanya boks. Investasikan pada karpet atau alas yang nyaman dan tahan lama, karena nantinya anak akan lebih banyak beraktivitas di lantai.
Warna-warna yang digunakan tak melulu harus sesuai gender. Bisa menggunakan warna netral jika mungkin berencana memiliki adik. Perabot di dalamnya akan digunakan adiknya yang mungkin beda gender. Ini akan lebih praktis.
© Dream
Bila memang ada konsultan yang tak terlalu mahal, cobalah meminta saran. Desainer interior punya pertimbangan detail soal kamar anak yang 'tumbuh', dengan begitu penataan jadi apik, fungsional dan biaya yang dikeluarkan jadi lebih efektif.
Selamat merancang!
Sumber: Motherly
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?