Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Syariah Hotel Solo Hadirkan Parade Kuliner 'Tempoe Doeloe' (Foto: SHS)
Dream - Merayakan Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72, Syariah Hotel Solo (SHS) meluncurkan Parade Kuliner Tempoe Doeloe. Parade Kuliner Tempoe Doeloe ini juga menjadi ajang pembuktikan Syariah Hotel Solo sebagai pemenang Traveloka Awards 2017 Kategori Best Experience in Food.
Menurut Executive Chef Syariah Hotel Solo, Arinto, dibandingkan tempat lain, promo food and beverage yang ia suguhkan kali ini cukup berbeda dan tidak biasanya. Pasalnya, menyambut HUT RI Ke-72 ini, ia bakal menyuguhkan sajian kuliner klasik tradisional yang kini mulai jarang ditemui oleh masyarakat umum. Arinto mengungkapkan, Parade Kuliner Tempoe Doeloe ini menjadi penguat branding Syariah Hotel Solo yang terkenal dengan kelezatan masakan nusantaranya.


" Melalui Parade Kuliner Tempoe Doeloe ini kami menyajikan aneka makanan dan minuman yang kini mulai jarang ditemui oleh masyarakat. Kami ingin membangkitkan nostalgia masyarakat melalui makanan dan minuman yang kami hidangkan," ungkapnya dikutip dari keterangan pers tertulis, Kamis 17 Agustus 2017.
Ia memaparkan, dalam Parade Kuliner Tempoe Doeloe ini pihaknya mengusung puluhan aneka jenis kuliner mulai dari aneka jajanan, bubur/jenang, godogan, hot dished, dan beverage. Lalu, agar konsep kian kental pihaknya bekerja sama dengan Food and Beverage Manager mendekorasi Al Kautsar Restaurant menjadi klasik dan bernuansa tempo dulu pula.


Untuk bisa menikmati seluruh sajian tersebut sepuasnya, para tamu hanya perlu menyiapkan kocek senilai Rp45.000,++ per orangnya. " Misalnya seperti lepet, edog gludug, ganjel rel, monte/awuk-awuk, enthik, midro, sengek daging, es limun saparela ini sudah jarang sekali bisa ditemui oleh masyarakat di pasaran. Bahkan, mungkin pula anak generasi muda sekarang pun tak paham makanan-makanan tersebut," paparnya.
Menambahkan, Public Relations Manager Syariah Hotel Solo, Paramita Sari Indah W, Parade Kuliner Tempoe Doeloe ini juga menjadi ajang pembuktikan Syariah Hotel Solo yang selama ini populer di masyarakat dengan makanannya yang lezat. Kegiatan ini juga akan dijadikan pihak management sebagai ajang uji coba untuk penambahan variasi makanan yang dihidangkan ketika sarapan.


" Karena hal tersebut, tanggal 3 Agustus lalu kami baru saja memenangkan penghargaan sebagai pemenang Traveloka Awards 2017 Kategori Best Experience in Food Hotel Premium di area hotel Jateng DIY. Dan Parade Kuliner Tempoe Doeloe ini menjadi salah satu pembuktian kami kepada masyarakat luas. Di samping sebagai bentuk eksistensi bahwa meskipun konsep kami syariah, tapi kami tetap senantiasa dapat berkreasi dan berinovasi," ujarnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya