Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Jumlah kasus kejahatan yang terjadi pada anak, setiap tahun cenderung meningkat. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto. Pada 2018, KPAI mencatat ada 4.885 kasus yang menjadikan anak sebagai pelaku atau korban.
" Kasus pengaduan yang masuk di KPAI, tahun 2015 berjumlah 4.309 kasus, kemudian tahun 2016 mencapai 4.622 kasus, selanjutnya tahun 2017 berjumlah 4.579 kasus dan tahun 2018 mencapai 4.885 kasus," ujar Susanto di kantornya, Jakarta, Selasa 8 Januari 2019.
Susanto merinci, kasus yang menjerat anak baik sebagai pelaku atau korban antara lain kasus anak berhadapan dengan hukum sebanyak 1.434, keluarga dan pengasuhan alternatif sebanyak 857 kasus, pornografi dan cyber crime 679 kasus.
Selanjutnya ada di pendidikan sebanyak 451 kasus, kesehatan dan NAPZA 364 kasus, trafficking dan eksploitasi anak 329 kasus. Sementara dalam hal sosial dan anak di situasi darurat sebanyak 302 kasus, agama dan budaya 246 kasus, hak sipil dan partisipasi 147 kasus dann kasus perlindungan anak lainnya sebanyak 76.
" Data ini per tanggal 31 Desember 2018 pukul 18.00 WIB," ucap Susanto.
Susanto menjelaskan, sejak 2015, jumlah kasus pada 2018 ini paling tinggi. Tapi, jika merujuk pada data kasus yang menimpa anak pada tahun 2014, KPAI mencatat ada 5.066 kasus.
" Potret pelanggaran hak anak dari tahun ke tahun terjadi secara fluktuatif," kata dia.
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari