7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Pesawat Terbang (Foto: Pixabay.com)
Dream – Asosiasi Transportasi Udara Internasional menunjukkan laporan sangat sedikit kasus infeksi Covid-19 dalam penerbangan.
IATA yang merupakan asosiasi penerbangan mewakili sekitar 290 maskapai di seluruh dunia itu mengatakan 1,2 miliar penumpang telah melakukan perjalanan menggunakan pesawat sejak awal 2020. Hasilnya hanya ada 44 kasus Covid-19 yang dilaporkan.
" Itu satu kasus untuk setiap 27 juta penumpang," ucap Dr David Powell, penasihat medis IATA.
“ Kami menyadari fenomena ini (kasus Covid-19) terlalu rendah, tapi bahkan 90 persen kasus tidak dilaporkan, itu akan menjadi satu kasus untuk setiap 2,7 juga penumpang. Kami pikir angka ini sangat meyakinkan. Selain itu sebagian besar kasus yang dipublikasikan terjadi sebelum pemakaian masker dalam penerbangan menjadi meluas.” tambahnya seperti dikutip dari laman Lonely Planet.
© Ilustrasi (Foto: Freepik.com)
Hasil ini berasal dari publikasi hasil penelitian yang dilakukan oleh Airbus, Boeing dan Embraer. Mereka masing-masing memberikan laporan simulasi secara terperinci yang mengonfirmasi sistem aliran udara pesawat mengontrol pergerakan partikel di kabin dan berhasil membatasi virus.
Mereka mengatakan sistem aliran udara pesawat, filter HEPA, penghalang alami kursi belakang, aliran udara ke bawah dan tingkat pertukaran udara yang tinggi secara efisien mengurangi risiko penularan penyakit di dalam di dalam pesawat.
Sirkulasi udara dilakukan 20 hingga 30 kali per jam di dalam sebagian besar pesawat, yang sangat menguntungkan dibandingkan dengan ruang kantor yang rata-rata hanya tiga kali per jam atau sekolah hanya 15 kali per jam.
© Ilustrasi (Foto: Freepik.com)
Laporan itu menunjukkan penambahan pemakaian masker di tengah kekhawatiran pandemi menambah lapisan perlindungan ekstra yang lebih jauh dan signifikan, yang membuat duduk di ekat kabin pesawat lebih aman daripada kebanyakan lingkungan dalam ruangan lainnya.
Pemakaian masker di pesawat direkomendasikan oleh IATA sejak bulan Juni dan merupakan syarat umum di maskapai penerbangan.
“ Antrean terkelola, pemrosesan tanpa kontak, pengurangan peregrakan di kabin, dan layanan onboard yang disederhanakan adalah beberapa langkah yang diambil industry penerbangan untuk tetap terbang denga naan,” kata Powell.
“ Dan ini juga membuktikan bahwa sistem aliran udara dirancang untuk menghindari penyebaran penyakit dengan laju aliran udara dan nilai tukar udara yang tinggi, dan penyaringan udara daur ulang yang sangat efektif,” tambahnya lagi.
© Ilustrasi (Foto: Freepik.com)
Meskipun terbukti aman, namun otoritas pemerintah dan WHO masih menyarankan agar tidak bepergian jauh.
“ Bepergian meningkatkan peluang Anda untuk tertular dan menyebarkan Covid-19. Tinggal di rumah adalah cara terbaik untuk melindungi diri Anda dan orang lain dari Covid-19,” bunyi pernyataan WHO.
Sehingga orang-orang perlu mempertimbangkan risiko perjalanan udara selama pandemi, memeriksa kebijakan pemerintah dan maskapai penerbangan yang relevan, dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan saat bepergian.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?