AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ilustrasi
Dream - Kepercayaan dalam keluarga adalah sesuatu yang sangat penting. Orangtua mempercayai anak-anaknya, anak juga percaya dengan orangtuanya. Ayah mempercayai ibu juga sebaliknya. Namun, ada kalanya kepercayaan itu rusak dan sulit didapatkan kembali.
Misalnya, anak-anak membohongi orangtua atau ada kebohongan yang ditutupi orangtua, kemudian anak mengetahuinya. Rasa tak percaya, khawatir, kecewa, marah campur aduk jadi satu. Sikap hormat dan saling menghargai bisa menguap.
" Memang sulit untuk mendapatkan kepercayaan ketika seseorang dikhianati terutama dalam keluarga. Orang yang bersangkutan pun akan terus merasa bersalah. Suasana rumah bisa
terasa 'panas' selama berhari-hari," ujar Stephen M.R.Covey, seorang psikolog yang juga menulis buku " The Speed of Trust" .
Apabila saat ini keluarga sedang mengalami krisis kepercayaan satu sama lain, harus segera dicari jalan keluarnya. Membiarkan masalah berlarut-larut bisa berdampak fatal pada keutuhan keluarga.
" Perlu kerja keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan seseorang. Harus bersungguh-sungguh mempercayakan hati dan jiwa kepada pasangan dan anak-anak dengan cara
yang baru. Anda juga harus menunjukkan kalau Anda bisa dipercaya," ujar Covey.
Ia juga menekankan kalau kualitas hubungan akan meningkat kalau mereka sudah saling percaya satu sama lain. Covey membagikan pandangannya tentang perilaku untuk membangun kepercayaan dalam keluarga. Cara ini bisa Anda terapkan di rumah.
1. Berbicara terus terang
2. Hargai orang lain
3. Beritahu kalau mereka salah dan minta maaf kalau melakukan kesalahan
4. Memperbaiki diri
5. Dengarkan orang lain terlebih dahulu sebelum merespons mereka
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: The Spruce
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli