Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Kereta Api Indonesia (Foto: Instagram @kai121_)
Dream - Ada banyak jenis kereta api Indonesia (KAI) yang hilir mudik mengantar penumpang dari kota ke kota dengan nama khasnya.
Menilik asal-usulnya, penamaan kereta api ternyata unik. Salah satunya adalah penggunaan satwa-satwa mitologi dari berbagai kebudayaan di Nusantara.
" Penyematan nama-nama satwa mitologi ini, juga menyimpan makna dan harapan tersendiri, terkait pengoperasian kereta-keretanya," tulis Instagram resmi KAI @kai121_.
Lalu apa saja kereta api yang menggunakan nama satwa mitologi? Berikut ini satwa-satwa mitologi yang jadi inspirasi dalam nama kereta api.
Nama Taksaka dipakai untuk menamai kereta api tujuan Gambir - Yogyakarta, yang mulai beroperasi pada 19 September 1999 dan menjadi salah satu KA dengan okupansi tinggi.
Di dalam mitologi Hindu, Taksaka atau Taksa adalah salah satu naga, putera dari Dewi Kadru dan Kashyapa. Ia tinggal di Nagalaka bersama saudara-saudaranya yang lain, yaitu Basuki, Antaboga, dan lain-lain.
KA Sancaka menghubungkan Kota Surabaya dan Yogyakarta, mulai beroperasi pada 20 Mei 1997. Kereta ini pastinya sudah sangat familiar untuk warga Surabaya.
Nama Sancaka diambil dari nama sosok ratu ular sanca yang pengayom dan dapat bertahan di segala keadaan.
Selanjutnya ada Turangga yang digunakan sebagai nama kereta untuk jalur Bandung-Surabaya Gubeng, yang mulai dioperasikan pada 1 September 1995.
Dalam mitologi Jawa, Turangga adalah seekor kuda yang saling menjadi tunggangan para raja dan bangsawan.
Kuda Sembrani digunakan menjadi nama salah satu KA legendaris di jalur utara Jawa yakni KA Sembrani yang beroperasi mulai 1 Oktober 1995 untuk jalur Surabaya Pasarturi - Gambir.
Kuda Sembrani digambarkan sebagai seekor kuda bersayap, yang dapat terbang dan sangat berani. Dalam cerita pewayangan, kuda Sembrani adalah kuda tunggangan Batara Wisnu.
Gumarang adalah satwa mitologi dari Jawa Barat. Gumarang adalah jelmaan orang sakti dala wujud sapi hutan.
Nama Gumarang kemudian disematkan menjadi nama kereta untuk tujuan Pasar Senen - Surabaya Pasarturi jalur utara, yang diresmikan pada 20 Mei 2001.
Lodaya adalah nama seekor macan yang ada dalam legenda populer di budaya masyarakat Sunda, yang erat kaitannya dengan Prabu Siliwangi.
Karena kepopulerannya di Jawa Barat, nama Lodaya diambil untuk menamai KA jalur Bandung - Solo Balapan, yang mulai beroperasi sejak 12 Mei 2000
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya