7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Makan Di Malam Hari Bisa Berdampak Sangat Buruk Bagi Dietmu. (Foto: Shutterstock)
Dream - Beraktivitas di malam hari, terkadang membuat kita ingin menyantap makanan. Bahkan, tanpa sadar makanan yang disantap di malam hari bisa lebih banyak dari seharusnya.
Makan di malam hari bisa berdampak sangat buruk bagi dietmu. Apalagi, jika kamu mengonsumsi makanan yang salah.

Dilansir dari Times of India, berikut alasan mengapa makan di malam hari sangat buruk bagi kesehatan tubuh:

Hindari mengonsumsi makan 3 jam sebelum tidur atau lebih dari itu. Menjelang tidur, tubuhmu akan menjalani proses metabolisme terhadap makanan yang dikonsumsi.
Jika kamu tidak begitu aktif di malam hari, makanan tersebut akan diproses menjadi lemak.
Penelitian membuktikan bahwa makan di antara pukul 12 malam hingga 1 pagi bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah, insulin serta kolesterol daripada pukul 8 pagi hingga 7 malam.

Gangguan tidur: Makan di malam hari bisa menjadi alasan kamu lebih sulit tidur di malam hari. Konsumsilah makanan sebelum pukul 7 malam untuk meningkatkan kualitas tidur.
Lemahnya sistem pencernaan: Ketika makanan tidak tercerna sempurna saat dikonsumsi di malam hari, sistem pencernaan pun akan melemah. Nutrisi yang dikonsumsi juga akan lebih sulit terserap dan bisa menyebabkan masalah pencernaan.
Peningkatan berat badan: Metabolisme akan melemah di malam hari. Kalorimu tidak akan terbakar sebanyak yang bisa dibakar di siang hari. Sehingga, berat badanmu bisa meningkat ketika makan di malam hari.
Gangguan mental: Ketika kurang tidur, kamu akan lebih sensitif dan suasana hatimu memburuk. Kamu pun akan lebih rentan depresi dan mengalami gangguan kecemasan.
Peningkatan tekanan darah: Makan di malam hari dan kurang tidur dapat menyebabkan hipertensi serta diabetes.

Apakah kamu benar-benar lapar?: Rasa lapar yang dirasakan belum tentu tanda bahwa kamu membutuhkan makanan. Bisa saja hal tersebut merupakan rasa lapar palsu dimana kamu hanya dehidrasi.
Jauhi karbohidrat: Ini sangat bermanfaat untuk mencegah peningkatan kadar gula darah secara drastis dan menyebabkan kenaikan berat badan.
Konsumsi banyak serat: Mengonsumsi makanan berserat akan membuatmu lebih cepat kenyang dan menjaga kesehatan pencernaan.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?