Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hidangan Sholeh Zard Khas Iran Saat Ramadhan (Foto: Irandoostan)
Dream - Umat muslim di seluruh dunia sangat bahagia menyambut bulan suci Ramadhan. Momen yang ditunggu-tunggu di bulan penuh berkah ini adalah adalah menyantap makanan khas yang hanya disajikan selama bulan Ramadhan baik saat berbuka maupun sahur.
Iran, sebagai salah satu negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim, memiliki sajian khas Ramadhan. Negeri Persia ini punya makanan dan minuman yang begitu nikmat dan selalu dihidangkan saat bulan puasa.
Seperti apa menunya?
Teh mawar

Foto: Irandoostan
Di Iran, orang-orang membatalkan puasa dengan minuman hangat. Biasanya disajikan teh hangat dan gula batu. Teh ini bisa berupa teh mawar, ada juga sirup kunyit, teh herbal atau susu kurma.

Foto: Irandoostan
Ash Reshteh adalah versi mie kuah Iran, dimasak dengan polong dan sayuran. Aroma dan rasa yang kuat berasal dari bubuk mint kering. Ash Reshteh juga dihiasi dengan saus asin bernama " Kashk" .

Foto: Irandoostan
Halim adalah makanan tradisional bergzi yang disajikan sebagai sarapan pada hari-hari normal. Hidangan ini juga merupakan perpaduan antara gandum dan daging kambing. Kata Halim berarti kesabaran dan ketekunan, karena memasak Halim membutuhkan kesabaran.
Hidangan ini dimasak perlahan selama tujuh hingga delapan jam, yang menghasilkan tekstur seperti bubur kental. Memadukan rasa rempah-rempah, daging dan gandum. Biasanya ditambahkan dengan kayu manis untuk menguatkan aromanya.

Foto: Irandoostan
Sering dimasak dalam pot tembaga besar di atas api kayu bakar. Masakan olahan dari daging sapi dan kacang rebus dengan saus tomat kemerahan. Bumbunya merupakan campuran kunyit dan air mawar, hidangan ini disajikan dengan nasi putih.

Foto: Irandoostan
Puding Saffron Persia ini sangat halus dan teksturnya ringan, lembut dengan rasa manis dan warnanya keemasannya berasal dari saffron. Sholeh Zard disajikan sebagai hidangan penutup saat buka puasa, dihiasi dengan kayu manis dan pistachio atau almond yang dipotong.

Foto: Irandoostan
Kue ini akan selalu membuat kenangan Ramadhan termanis di Iran. Bamieh adalah hidangan manis yang digoreng, semacam donat yang digulung dalam air mawar dan sirup safron. Masakan dengan cara yang sama adalah Zulbia, tetapi lebih tipis dan renyah.
Laporan Cindy Azari/ Sumber: Irandoostan
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya