Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
VOMA Rencananya Akan Dibuka Mulai Tanggal 4 September Mendatang (Foto:VOMA)
Dream – Pandemi Covid-19 memaksa banyak sarana publik harus tutup demi mencegah penularan virus. Merespon kondisi mengkhawatirkan ini, sebuah museum meluncurkan inovasi baru di tengah pandemi, yakni museum virtual.
Museum Seni Daring Virtual atau yang disebut VOMA rencananya dibuka mulai 4 September mendatang. VOMA digadang-gadang merupakan museum virtual pertama di dunia yang akan menampilkan karya klasik dan kontemporer dari seluruh dunia secara gratis.
Museum VOMA dikelola oleh museum Lee Cavaliere dengan mengambil koleksi dari beberapa museum ternama. Seperti Museum Hermitage, Institut Seni Chicago, dan Museum Seni Metropolitan New York.
© Faktor lingkungan seperti matahari, hujan, dan angin menjadi ciri desain museum (Foto:VOMA)
VOMA akan memamerkan karya-karya ternama seperti " Olympia" Édouard Manet, yang dipamerkan di Musée d'Orsay di Paris, dan " The Garden of Earthly Delights" oleh Hieronymus Bosch, di Museo del Prado Madrid, serta karya modern dari Nan Goldin, Kara Walker, dan Li Wei.
Dalam agenda pembukaannya, VOMA merilis galeri tentang eksplorasi hubungan manusia dan menampilkan Degenerate Art Show, sebuah pertunjukan seni dari pameran Nazi tahun 1937 yang mengecam karya seniman seperti Max Beckmann dan Henri Matisse (sebagai bukti pertunjukan seni dapat digunakan sebagai alat penindasan).
Selain itu, para pengunjung ‘virtual’ juga akan dimanjakan dengan sajian karya digital seniman Kenya-Inggris Phoebe Boswell.
© VOMA menggandeng beberapa pihak untuk mewujudkan museum virtual yang mengesankan (Foto:VOMA)
Karena disajikan secara virtual, tim VOMA menggandeng beberapa pihak untuk mewujudkan museum virtual yang mengesankan, seperti para arsitek, desainer CGI, pemain game, dan kurator.
Mereka bertugas menggabungkan efek grafik komputer dengan interaktivitas game untuk membuat kesan galeri lebih nyata.
Setiap karya seni yang ditampilkan di VOMA akan diluncurkan dengan resolusi tinggi. Para pengunjung juga akan dibawa seakan-akan berada di hutan, menikmati sinar matahari atau berlindung dari hujan.
“ Dalam membangun dan mengatur VOMA, kami ingin melepaskan kesan kaku dan sepi, sehingga kami menggandeng berbagai pihak untuk menampilkan museum yang berbeda daripada yang lain,”ujar Stuart Semple, perancang museum.
“ Kami ingin pengunjung ikut merasa nyaman berada di museum virtual ini dan membuat mereka ingin kembali lagi dan lagi,“ tambahnya.
Sumber Lonely Planet
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya