8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Saat ini cukup banyak bermunculan sekolah-sekolah untuk anak usia dini. Bahkan untuk bayi di bawah usia 1 tahun. Manfaat pendidikan anak usia dini (PAUD) ini memang sangat besar.
Bukan hanya dalam aspek kognitif, tapi lebih pada menanamkan keterampilan dan sikap. Berdasarkan penelitian, hanya 58 persen orang tua Indonesia yang mendaftarkan anaknya untuk mengikuti PAUD. Padahal hal tersebut penting untuk membangun kesiapan anak untuk memasuki TK maupun SD.
" Dulu pendidikan dimulai dari 5 tahun. Sekarang, 2 tahun pun sudah masuk PAUD," ungkap Capri Anjaya, pengamat dan praktisi Pendidikan di Kaffeine Cafe, Rabu 18 April 2018.
Saat berada di PAUD kemampuan motorik dan sosialisasi anak akan dilatih dan dioptimalkan. Termasuk diajarkan bentuk sebagai pengantar kemampuan membaca.
Anak juga mulai belajar membedakan sedikit atau banyak untuk pendidikan pra berhitung serta kegiatan penunjang motorik halus agar mudah belajar menulis saat Sekolah Dasar.
" Beberapa orangtua belum mendaftarkan anaknya ke TK karena beranggapan sudah harus siap belajar baca tulis. Hal itu memang bisa dipersiapkan sejak PAUD sebenarnya, tapi anak tidak boleh dipaksa belajar karena mengganggu kreativitas," ungkap Capri.
Anna Surti Ariani, psikolog anak, mengungkap kalau usia tak bisa dijadikan patokan kesiapan. Untuk itu penting menganalisis kemampuan anak. Bisa dengan berkonsultasi dengan gurunya di PAUD atau playgroup atau meminta assesment dari psikolog.
" Usia kesiapan anak untuk mengenyam pendidikan itu berbeda-beda. Playgroup bertugas menstimulasi lima potensi tumbuh kembang anak fisik, sosial, kognitif, emosi dan bahasa. Dan TK berperan untuk persiapan SD, makanya diadakan calistung," ujar Anna.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian