Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Festival Payung Indonesia 2016 Terasa Sampai Bukit Bintang (Foto: Kementerian Pariwisata)
Dream - Kali kedua, Kemenpar mendukung kegiatan Festival Payung Indonesia (FPI) 2016 yang digelar di Solo, Jawa Tengah. Persisnya, 23-25 September 2016 nanti di Taman Balekambang yang punya nilai historis bagi warga Kota Bengawan itu. Taman seluas 9,8 Ha yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya, GRAy Partini dan GRAy Partinah tahun 1921.
" Festival ini adalah festival yang mempertemukan pelaku industri kreatif kreasi payung, penggiat pelaku seni karnaval dan masyarakat untuk melestarikan seni kerajinan payung Indonesia. Terima kasih Kemenpar yang terus peduli dengan kegiatan di daerah yang berpotensi juga mendatangkan wisatawan," ujar Ketua Panitia Kegiatan FPI 2016, Heru Mataya.
Menurut Heru, dalam acara tersebut nantinya akan ada pagelaran Pasar Payung yang bakal menjadi sentral pelaksanaan. Dalam acara itu akan dilaksanakan Karnaval Payung, Solo Dance Festival, Pentas Tari Payung, Fashion Show Payung, Pameran dan Lomba Foto, Workshop dan Melukis Payung, Sarasehan dan Refleksi, serta Workshop World Culture Forum.
" Ini karya seni yang indah dan sangat bisa mendatangkan wisatawan. Buktinya, even FPI tahun ini, selain akan dimeriahkan dengan berbagai kerajinan payung dari dalam negeri, panitia juga akan menampilkan kerajinan payung dari sejumlah negara Asia, seperti Kamboja, Thailand, Jepang, dan Tiongkok, ada kemungkinan akan bertambah lagi," kata Heru.
Perhelatan ini sudah dilaksanakan untuk kedua kalinya. Pada tahun lalu digelar di tempat yang sama pada bulan yang sama juga di tahun 2015. Heru menjelaskan, berbagai persiapan pun tengah dilakukan panitia termasuk mendatangkan pengrajin dari berbagai kota. Panitia juga sudah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyelenggaraan FPI tahun ini, salah satunya melalui kegiatan pra-even yang dilangsungkan di kawasan CFD Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Sejumlah kerajinan payung akan ditampilkan, antara lain dari Juwiring dan Klaten. Uniknya, di even kali ini panitia mencoba lebih mengeksplorasi sajian kerajinan, yakni dengan menampilkan batik yang ada di seluruh nusantara. " Adanya pra-even yang kami laksanakan agar masyarakat luas juga mengenal jenis payung tradisional yang ada di Indonesia. Kami berharap masyarakat tidak hanya melestarikan payung, namun juga mengembangkan payung untuk menjadi sebuah kesenian kreasi baru," terang Heru.
(Sumber: Kementerian Pariwisata)
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol