Hati-hati! Serangga Ini Mengintaimu dari Kabin Taksi Online

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 12 April 2020 11:15
Hati-hati! Serangga Ini Mengintaimu dari Kabin Taksi Online
Jangan lagi berpikir kutu busuk hanya hidup di kasur.

Dream – Mungkin banyak orang menganggap kutu busuk hanya bersarang di kasur atau tempat tidur. Padahal, hewan mungil ini bisa menjadi “ penghuni” jok mobil apalagi taksi online.

Dikutip dari Motor1, pakar pembasmi serangga asal Dallas, Texas, Amerika Serikat, Don Brooks, mengatakan penyebaran kutu busuk di mobil bisa disebabkan oleh pengemudi atau penumpang taksi online. Fakta ini dia ungkapkan setelah menemukan kutu pada 5 dari 10 mobil yang ditanganinya.

“ Sangat mudah kutu busuk ini merangkak keluar dari tubuh seseorang,” kata Brooks kepada WFAA News.

Dia mengatakan perawatan mobil dari ancaman kutu busuk ini lebih mudah daripada di rumah. Ada dua metode yang bisa dilakukan.

Bisa dengan menyemprotkan pestisida. Cara kedua, meletakkan kendaraan di tenda dan suhunya dinaikkan 150 derajat. Suhu panas bisa membuat serangga gagal bertahan.

1 dari 5 halaman

Bisa Juga Pakai Cara Ini

Jika takut terpapar kutu busuk, lanjut Brooks, kamu bisa mengeringkan baju di mesin pengering dengan panas yang tinggi sekitar satu jam. Sembari menunggu baju, kamu bisa mandi.

Masalah kebersihan menjadi faktor besar. Sebab, perusahaan ride sharing akan menjalin kerja sama dengan mitra untuk menawarkan layanan transportasi.

“ Perlu tanggung jawab seseorang untuk memastikan kabin tak hanya bersih, tetapi juga tak ada serangga parasit kecil yang berkeliaran di sekitar kabin,” kata dia. 

2 dari 5 halaman

Hyundai Bikin Teknologi `Anti Ketinggalan Anak` di Mobil

Dream – Sebagian orang tua mungkin pernah lalai meninggalkan anak di dalam mobil karena sedang terburu-buru. Kebiasaan buruk ini bisa saja berakibat fatal apalagi jika si kecil ditinggalkan dalam waktu lama dengan kondisi terik tanpa lubang udara di kendaraan. 

Di beberapa negara maju, pengendara memang dianjurkan untuk menempatkan anak kecil di kursi belakang untuk menjaga keselamatan mereka.  

 

 

Meski kasus orang tua meninggalkan anak di mobil terbilang sedikit, namun perusahaan otomotif ternyata memberikan perhatian serius pada masalah ini. Para ahli berupaya menciptakan teknologi yang bisa menjadi pengingat untuk orang tua saat berpergian dengan anak-anaknya.

Salah satu produsen otomotif yang menaruh perhatian besar itu adalah Hyundai Mobil.

Dikutip dari Auto Industriya, Rabu 1 April 2020, Hyundai mengembangkan sistem deteksi penumpang belakang berbasis radar. Sistem ini akan mencegah orang tua meninggalkan anaknya (tanpa sadar) di dalam kendaraan.

3 dari 5 halaman

Cara Kerja Sensor

Sensor yang digunakan adalah ultrasonik yang bertujuan untuk memantau penghuni belakang. Sensor radar tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketepatan deteksi. Sekadar informasi, teknologi ini sama dengan yang digunakan oleh mobil swakemudi.

Teknologi ini akan mendeteksi dan membedakan orang dewasa, bayi, bahkan hewan peliharaan di kursi beakang. Hyundai juga menambahkan bahwa sistem tersebut bisa menembus pakaian dan mengukur berbagai sinyal, seperti micromovements dada penumpang dan aliran darah.

Sistem ini akan bekerja ketika mendeteksi penumpang yang tertinggal di kursi belakang saat pengemudi keluar dari kendaraan. Jika ada yang tertinggal, sistem akan mengeluarkan bunyi melalui panel instrumen atau smartphone.

Rencananya, sistem itu akan ditanam di mobil-mobil anyar. Sayangnya, tak diketahui kapan akan masuk ke lini produksi.

4 dari 5 halaman

Pria Ini Mau Bersabar 38 Tahun Tunggu Pemilik Baru Jual VW Bekas Sang Ayah

Dream – Mobil punya banyak nilai yang sentimental bagi banyak orang. Apalagi, kendaraan itu sudah menemani selama berpuluh-puluh tahun.

Inilah yang dirasakan Lynn Pfenning. Dia menghabiskan waktu 38 tahun untuk menemukan mobil Volkswagen Type 3 1967 yang dulu sempat dimiliki sang ayah.

Dikutip dari Carbuzz, Jumat 27 Maret 2020, ayah Pfenning membeli Type 3 untuk menggantikan mobil VW 1965 yang rusak setelah menabrak seekor sapi saat pulang ke rumah pada 1967. Kala itu, keluarganya baru pulang dari rumah kakeknya di Dakota Utara, Amerika Serikat.

“ Pekerjaan saya setiap Sabtu adalah mencuci mobil keluarga sebelum berangkat ke gereja,” kata Pfenning.

Delapan tahun kemudian, sang ayah menjual mobil kepada petani setempat. Mobil itu digunakan untuk hadiah bagi putranya yang juga teman Pfenning. Setelah temannya lulus dari SMA, Type 3 digunakan sebagai kendaraan utilitas beberapa tahun. Kemudian, mobilnya disimpan di gudang selama dua dekade.

5 dari 5 halaman

Lacak Keberadaan Mobil Sang Ayah

Dream – Mobil punya banyak nilai yang sentimental bagi banyak orang. Apalagi, kendaraan itu sudah menemani selama berpuluh-puluh tahun.

Inilah yang dirasakan Lynn Pfenning. Dia menghabiskan waktu 38 tahun untuk menemukan mobil Volkswagen Type 3 1967 yang dulu sempat dimiliki sang ayah.

Dikutip dari Carbuzz, Jumat 27 Maret 2020, ayah Pfenning membeli Type 3 untuk menggantikan mobil VW 1965 yang rusak setelah menabrak seekor sapi saat pulang ke rumah pada 1967. Kala itu, keluarganya baru pulang dari rumah kakeknya di Dakota Utara, Amerika Serikat.

“ Pekerjaan saya setiap Sabtu adalah mencuci mobil keluarga sebelum berangkat ke gereja,” kata Pfenning.

Delapan tahun kemudian, sang ayah menjual mobil kepada petani setempat. Mobil itu digunakan untuk hadiah bagi putranya yang juga teman Pfenning. Setelah temannya lulus dari SMA, Type 3 digunakan sebagai kendaraan utilitas beberapa tahun. Kemudian, mobilnya disimpan di gudang selama dua dekade.

Beri Komentar