Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Memegang Skincare. (Source: Shutterstock)
Dream - Memilih produk makeup tidak hanya dengan memperhatikan label di bagian depan kemasan serta warna produknya saja. Perhatikan juga kandungan di dalamnya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kulit.
Memperhatikan kandungan di dalam skincare akan mempermudah menemukan produk yang benar-benar sesuai dan efektif untuk merawat kulitmu.
Kamu pun bisa mengetahui sifat dan fungsi dari berbagai kandungan melalui media sosial. Terlepas dari kandungan yang dibutuhkan, cari tahu juga hal yang harus dihindari ketika memilih skincare.

Foto: Shutterstock
Salah satu kandungan yang seringkali tidak disarankan ketika memilih produk adalah paraben. Padahal, paraben dalam skincare belum tentu berbahaya bagi kulit. Dikutip dari unggahan Dokter Kulit, Claudia Christin, paraben digunakan sebagai pengawet pada skincare dengan konsentrasi rata-rata hanya 0,3 persen.
Selain sebagai pengawet, paraben juga berfungsi mencegah perkembangan bakteri berbahaya maupun jamur. Sehingga, produk yang terjual akan lebih aman, higienis, dan tidak menimbulkan efek samping pada kulit.

Foto: Shutterstock
Beberapa jenis paraben yang sering terkandung dalam skincare adalah methylparaben, propylparaben, butylparaben, serta ethylparaben.
Keempat jenis paraben tersebut cenderung stabil ketika bercampur dengan berbagai kandungan skincare lainnya. Jadi, formulasi serta efektivitasnya pun terjaga.
Namun penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa paraben bisa mengganggu fungsi hormonal. Bahkan, bisa meningkatkan potensi kanker payudara.
Penelitian tersebut pun tidak sepenuhnya bisa diterapkan pada manusia karena risetnya hanya melibatkan tikus. Konsentrasi paraben yang dipaparkan pada tikus juga lebih tinggi dibandingkan kandungan di sejumlah kosmetik.
Claudia juga tidak setuju bahwa paraben benar-benar bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Maka dari itu, ia tidak melarang pemakaian skincare dengan kandungan paraben yang belum terbukti tidak aman bagi kesehatan kulit manusia. Apalagi, konsentrasinya cukup minim pada skincare.
Tapi jika tetap ingin menghindari kandungan tersebut, perhatikan tanggal kedaluwarsa produk agar tetap aman digunakan pada kulit.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya