Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Bekerja (Foto: Shutterstock)
Dream - Menjadi ibu bekerja berarti harus siap menghadapi perasaan cemas dan kekhawatiran tiada henti. Bukan hanya soal meninggalkan anak di rumah untuk bekerja, tapi juga menghadapi penilaian dalam hal profesionalitas.
Rupanya banyak ibu yang baru melahirkan dan kembali bekerja, khawatir dengan perkembangan karier dan penilaian mereka di mata atasan. Pasalnya, demi memenuhi nutrisi optimal untuk bayi, memompa ASI adalah cara yang paling direkomendasikan.
Saat memompa, ibu membutuhkan waktu tertentu agar ASI bisa keluar dalam jumlah yang cukup. Hal ini sering dianggap mengganggu kinerja dan produktivitas para ibu sebagai seorang karyawati.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Bloomberg dan Aeroflow, mengungkap kalau sebanyak 774 ibu bekerja merasa aktivitas memompa ASI saat bekerja akan berpengaruh pada karier mereka. Sebanyak 387 ibu mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan baru setelah memiliki anak.
Sebagian besar dari para ibu yang terlibat survei berpikir kalau ada stigma pada ibu-ibu menyusui yang bekerja. Diann Burns, ibu tiga anak dan tim legal dari sebuah perusahaan di Virginia, mengungkap kalau atasannya sempat membicarakan soal memompa ASI dan produktivitas pada dirinya.
" Ada anggapan bahwa saya bekerja dengan kurang dan menghilangkan fakta saya tidak mengambi waktu istirahat seperti pekerja lain. Tidak ada karyawan yang bekerja setiap menit. Saya tahu saya harus menyelesaikan pekerjaan saya dan kemudian memompa," ungkap Burns, kepada Bloomberg, seperti dikutip dari Good Morning America.
Kebijakan perusahaan tempat para ibu bekerja memang sangat dibutuhkan untuk keberhasilan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan. Dari penelitian yang dilakukan tim dari
University of Minnesota, juga terungkap ibu bekerja yang disediakan waktu dan tempat untuk memompa ASI, cenderung berhasil menyusui anaknya secara eksklusif selama 6 bulan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya