Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ibu Menyusui (Foto: Shutterstock)
Dream - Salah satu hal yang paling ditakuti ibu menyusui adalah hasil pompa asi sedikit. Hal ini seperti 'vonis' kalau si kecil akan kekurangan ASI. Padahal faktanya tak demikian.
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) membuat daftar hal-hal yang sering disalah pahami sebagai pertanda ASI kurang atau sedikit. Bagi Sahabat Dream yang sedang menyusui, jangan langsung menyimpulkan kalau ASI kurang jika mengalami hal-hal berikut.
1. Ukuran payudara kecil
Ukuran tak berpengaruh sama sekali pada produksi ASI. Hormon lah yang bekerja paling utama dalam hal kebutuhan ASI bagi bayi: apapun ukuran payudara ibu dapat menghasilkan ASI sesuai kebutuhan bayi.
2. Kencang lembeknya payudara
Payudara kencang justru tanda ASI lambat dikeluarka. Sementara jika kondisi payudara kempes, berarti karena ASI lancar disusukan ke bayi
3. Lambatnya aliran ASI atau Let Down Reflex (LDR)
LDR juga tidak menandakan ASI sedikit. LDR biasanya sering tidak dirasakan ketika bayi semakin besar. Produksi ASI dipengaruhi hormon prolaktin, kuncinya di proses “ pengosongan” payudara. Sementara aliran ASI dikendalikan hormon oksitosin yang dipengaruhi oleh rasa percaya diri ibu, senak atau tidaknya ibu dan hal-hal psikologis lainnya spt stres dan lelah. Bisa saja produksi ASI cukup tapi alirannya lambat.
4. Hasil perahan sedikit
Banyak ibu merasa produksi ASI sedikit karena ketika puting dipencet ASI tidak keluar atau saat diperah, jumlahnya sedikit. Padahal hasil perahan tergantung pada disiplin memerah.
Bagi ibu bekerja, saat tidak bersama bayi, pastikan memerah dengan jadwal yg sama. Hindari juga penggunaan dot sebagai media pemberian ASIP. Bagi ibu yang tidak bekerja, tidak perlu memerah rutin. Susui bayi sekehendaknya saja karena isapan bayilah yang paling efektif menjaga produksi ASI.
Sumber: AIMI
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam