Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Ayah Temani Ibu Saat Bersalin (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak para ibu yang sedikit 'ngambek' saat tahu bayi yang dilahirkan ternyata tak mirip dirinya. Tapi wajah si kecil malah sangat mirip sang ayah. Tenang, para ibu. Hal tersebut justru membawa keuntungan dalam hal kondisi kesehatan sang anak.
Rupanya, bayi yang mirip ayahnya saat lahir lebih sehat ketika telah berumur 1 tahun, dibandingkan yang tidak mirip. Hal tersebut menurut penelitian yang dipublikasi dalam Journal of Health Economics.
Penelitian tersebut didapat dari hasil analisis 456 keluarga. Tim menganalisis tiga hari bayi yang baru lahir. Ada sebagian bayi memiliki kemiripan wajah dengan ayah dan sebagian tidak. Hasilnya, anak yang memiliki kemiripan dengan ayahnya memiliki kesehatan yang lebih baik karena mendapatkan perhatian khusus.
" Ayah penting dalam membesarkan anak, dan itu menjadi perwujudan dari kesehatan si anak," kata Solomon Polachek, profesor ekonomi di Binghamton University, New York, Amerika Serikat.
Kemiripan wajah mendorong ayah cenderung menginvestasikan perhatian lebih besar pada kebutuhan kesehatan anak. Aspek lainnya, kemiripan wajah membuat ayah semakin terikat pada buah hatinya. Mereka merasa semakin bertanggung jawab dengan pada bayi mereka.
Ini berarti perhatian ayah sangatlah penting pada kesehatan anak. Ayah jadi ikut untuk memberikan perawatan dan pengawasan pada anak.
" Peran ayah penting dalam membesarkan anak serta bertanggung jawab atas kesehatan anak," kata Solomon.
Reporter: Yasmine/ Benekdita Desideria
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi