Minggu, 18 Oktober 2026 Cari

Si Kecil Selalu Bilang 'Tidak'? Coba Ikuti Trik Ini

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 13 Juni 2017 12:03
Si Kecil Selalu Bilang 'Tidak'? Coba Ikuti Trik Ini
Mereka mulai belajar mengemukakan pendapat, memberi tahu apa yang diinginkan dan tidak diinginkannya.

Dream - Anak-anak usia 2 hingga 4 tahun, sikap dan psikologisnya masih berpusat pada diri sendiri. Mereka merupakan pribadi yang selalu ingin mendapat perhatian, cenderung egosentris dan ingin selalu mendapatkan yang diinginkannya. Jika tidak, ia bisa menangis, mengamuk hingga berteriak-teriak.

Pada dasarnya di usia tersebut, anak akan berubah dari balita yang menggemaskan menjadi balita yang suka membantah. Mereka mulai belajar mengemukakan pendapat, memberi tahu apa yang diinginkan dan tidak diinginkannya.

Tapi ketika setiap hal yang kita beritahu dan instruksikan, si kecil selalu bilang tidak, tentunya sangat mengesalkan. Jangan langsung emosi, coba 'taklukan' kebiasaan si kecil yang sedang
suka sekali bilang 'tidak' dengan cara ini.

- Tetap tenang
Mungkin emosi sudah di level atas karena anak selalu membantah dan menolak instruksi. Tapi meresponsnya dengan amarah, bentakan atau teriakan malah akan memperburuk situasi.
Tetap tenang, sejajarkan mata dengan anak, lalu jelaskan secara tegas dan suara yang dalam. Anak cenderung akan mengerti kalau ia dihadapkan dengan situasi pembicaraan yang intensif.

-Buat pilihan
Saat menghadapi balita yang pemilih dan selalu bilang tidak, jangan menanyakan apa yang ia inginkan. Tapi buatlah pilihan dan biarkan ia menentukan apa yang diinginkannya. Hindari menanyakan 'dedek mau makan apa? Makan ikan ya?', lebih baik berikan alternatif pilihan 'dedek mau makan ikan atau makan telur?'. Dengan begitu mereka cenderung membuat pilihan dan bukan menolak apa yang ditawarkan.

-Jangan selalu melarang
Larangan, kata-kata 'jangan', 'tidak boleh', tak dipungkiri sering keluar dari mulut orangtua. Hal ini memang demi melindunginya, tapi sesekali biarkan anak jatuh, meringis dan tahu akibatnya jika ia tak dilarang. Dengan begitu ia belajar konsekuensi serta merasakan langsung dari pengalaman. Jika memang melarang, ungkapkan alasan kenapa Anda melarangnya. Anak sebenarnya akan mendengarkan dan berusaha mengerti, meskipun akhirnya tetap menangis.

 

Beri Komentar