8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan
Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
Anak Suka Sekali Mengisap Jempol
Dream - Kebiasaan isap jempol pada bayi memang dimulainya sejak dalam kandungan. Bayi mengisap jempol ketika masih berada di rahim untuk mencari kenyamanan dan membuatnya lebih tenang. Ada yang tak melanjutkannya, tapi ada juga yang tetap melakukan kebiasaan mengisap jempol.
Bayi-bayi mengisap jempol biasanya jelang tidur atau ketika mereka merasa tak nyaman dengan lingkungannya. Dibandingkan dengan dot, mengisap jempol ini dianggap lebih 'aman' karena anak bisa mengontrolnya sendiri dan risiko tersedak lebih kecil.
Meski begitu banyak orangtua yang khwatir dengan kebiasaan mengisap jempol pada bayi ini karena efeknya bagi kondisi gigi kelak, yaitu posisinya menjadi terdorong ke depan atau sering disebut overbite. Belum lagi bakteri yang menempel di tangan dan masuk ke dalam pencernaan, bisa dengan mudah memicu diare.
Lalu kapan kebiasaan ini harus dihentikan? Seperti dilansir dari WebMD.com, sebenarnya kebiasaan anak mengisap jempol ini akan hilang dengan sendiri ketika usianya 4 hingga 6 tahun. Sangat bergantung pada pola anak saat mengisap jempol.
Anak-anak yang mendiamkan jempol mereka di mulut daam waktu lama biasanya lebih sulit untuk menghentikan kebiasaannya. Hal itu dibandingkan dengan anak yang mengisap jempol secara cepat lalu melepaskan lalu mengisapnya lagi.
" Perhatikan kebiasaan si kecil, jika ia suka sekali mendiamkan jempolnya di mulut dan tak mengisapnya dalam waktu lama, sebaiknya harus dilatih segar agar menghilangkan kebiasaannya itu," ujar Suzanne Dixon, seorang dokter anak, seperti dikutip dari Baby Center.
Jika memang anak sangat sering mengisap jempol, cobalah membuat aktivitas yang membuatnya sibuk berkreasi dengan jari-jarinya. Seperti mewarnai, membuat play dough, menggunting atau menggambar.
Untuk aktivitas jelang tidur bisa membuat ritual membuka-buka buku atau meremas-remas squishy atau stress ball agar kebiasaannya isap jempol bisa teralihkan. Saat usia anak 4 tahun dan masih mengisap jempol, orangtua memang harus lebih aktif memberikan kegiatan yang membuatnya nyaman dan tenang.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian